Pacitan

Biaya Hidup Murah, Objek Wisata Melimpah

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Tujuh sekawan liburan ke Pacitan. Mila Nur Yatim dan kawan-kawannya sudah rindu menikmati indahnya panorama alam di Kota Tepi Samudra. Pacitan menjadi jujukan. Setelah setahun lewat tak bisa piknik ke mana-mana akibat pandemi korona.

Pantai Pangasan menjadi tujuan pertama rombongan wisatawan dari Madiun ini setibanya di Pacitan. Mereka cukup terkesan dengan keramahan dan kemurahan pantai di Batulapuk, Kalipelus, Kebonagung, itu. Sejak datang hingga pulang tak merogoh sepeser rupiah. ‘’Parkirnya gratis, masuk pantainya juga gratis. Pokoknya semuanya gratis, tis, tis,’’ kata Mila.

Puas menikmati panorama lautan di antara Gunung Lanang dan Gunung Ganjuran, dari Pangasan mereka bertolak ke Watukarung. Lagi-lagi, di objek wisata kedua ini mereka tak dikenai tarif masuk. Cukup bayar parkir mobil Rp 10 ribu. Sembari berjalan-jalan di pantai, mereka pun mencari vila untuk menginap satu malam. ‘’Satu kamarnya cuma Rp 200 ribu, itu pun ditempati tiga orang. Jadi, cukup booking tiga kamar saja,’’ ujarnya.

Di Watukarung, Mila dkk berasa di Tybee Island, Georgia. Banyaknya turis asing yang bermain surfing menjadikan objek wisata di Pringkuku itu selayaknya pantai di film Baywatch. ‘’Banyak turis asing dan vila di sini,’’ tutur gadis 21 tahun tersebut.

Keesokan harinya lanjut piknik ke Sungai Maron, Pantai Kasap, dan Pantai Srau. Di Maron, mereka menyewa dua perahu untuk berkeliling hingga Pantai Ngariboyo. Satu perahu yang sewanya hanya Rp 100 ribu itu bisa ditumpangi empat orang. ‘’Sepanjang sungai pemandangannya indah sekali. Saya sempat berhenti di bawah tebing untuk foto,’’ terang dara yang tinggal di Perum Dumai, Kanigoro, Kartoharjo, Kota Madiun, itu.

Gadis yang sebelumnya pernah liburan ke Bali itu menganggap alam wisata di Pacitan tak kalah apik. Biaya hidupnya lebih murah dan terjangkau bila dibandingkan dengan Pulau Dewata. ‘’Pacitan lebih bagus dari Bali. Semuanya masih murah. Lima ribu saja sudah dapat makan,’’ ucap dara yang berprofesi bidan itu. (gen/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button