Ponorogo

Besar Tunjangan Sesuai Beban Kerja

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Jelang penetapan RAPBD 2020, pemkab tak kunjung menemukan skema terbaik dalam pemberian tunjangan kinerja (tukin) bagi PNS.

Padahal, pemkab berencana mulai memberikan salah satu bentuk remunerasi pegawai itu mulai tahun depan. Besaran nilai per jabatan dan jenis pekerjaan masih belum pas. ‘’Teknisnya, tukin ini harus berdasar pada evaluasi nilai jabatan dari Kemen PAN-RB. Ini yang masih kami timbang lagi,’’ kata Sekda Agus Pramono.

Tahun depan, pemkab mengalokasikan tambahan Rp 75 miliar untuk keperluan tukin dan tunjangan perbaikan pendapatan sebagai ganti honor PNS. Pemberian remunerasi dalam bentuk tukin dan lainnya disarankan oleh berbagai pihak, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lewat perbaikan kesejahteraan, harapannya semakin meminimalkan celah rasuah dan mendongkrak produktivitas para PNS.

Pemkab, kata Agus, juga mengarah ke tujuan itu. Hanya, skema pemberiannya harus disiapkan matang. Pasalnya, memakan anggaran yang tidak sedikit. Ketentuan sebagai dasar pemberian tukin kini terus dikaji badan kepegawaian pendidikan pelatihan daerah (BKPPD). Agus ingin punya kriteria tersendiri sebagai dasar. Tidak kaku mengacu standar Kemen PAN-RB. ‘’Nantinya tukin kita, ya produk daerah kita sendiri,’’ klaim mantan pejabat Pemkab Madiun itu.

Agus pun mengangankan, kelak akan ada pengelompokan berdasar tugas pokok dan fungsi organisasi perangkat daerah (OPD), serta beban kerja dan tanggung jawab PNS-nya. Tinggi rendah tukin, lanjut Agus, juga akan mempertimbangkan tanggung jawab dinas/badan atas anggaran yang mereka kelola. Semakin besar anggaran suatu OPD, boleh jadi tukin yang diterima PNS-nya semakin tinggi. ‘’Kalau dulu, pengelompokannya hanya OPD besar dan nonbesar. Sekarang diperinci dalam enam kelompok,’’ beber Agus.

Agus optimistis, tukin mulai bisa diberikan tahun depan. Pembahasan terhadap skema pemberian tukin juga telah didiskusikan dengan DPRD. Pun, perampingan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) juga diyakini Agus berimbas positif terhadap pemberian tukin. ‘’Kami ingin memastikan tukin itu sesuai dengan beban kerja. Yang bekerja di bidang berat dan ringan itu tentu harus dibedakan,’’ tandasnya. (naz/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button