Pacitan

Besar Pengabdian Petugas Pemakaman Jenazah Covid-19

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Siang itu udara begitu panas. Pria berkaus hitam dengan rambut semiran pirang itu beberapa kali mengusap keringat di dahi. Masker tak pernah lepas menutupi hidung dan mulut. Meski napas terengah-engah seusai memakamkan jenazah.
Dialah Rizal Effendi. Sejak Februari 2021, warga lingkungan Plelen, Sidoharjo, itu diamanahi mengurusi pemakaman jenazah pasien Covid-19 bersama empat rekannya. ‘’Sewaktu-waktu harus siap. Siang sering. Jam satu malam atau jam dua. Subuh juga pernah,’’ kata Rizal, Senin (26/7).

Setengah tahun terakhir ini puluhan jenazah telah dimakamkan. Belakangan, panggilan tugasnya semakin intens. ‘’Dulu seminggu paling tidak sekali. Sekarang bisa tiga sampai empat jenazah dalam sehari,’’ ujarnya.

Bagi Rizal, pemakaman saat malam jauh lebih nyaman ketimbang siang. Sebab, alat pelindung diri (APD) tak terasa panas dan pengap. Meski proses pemakamannya membutuhkan lebih banyak waktu dan tenaga. ‘’Dulu pernah nunggu jenazah dari Jogjakarta malam hari dan hujan. Rasanya luar biasa,’’ ungkapnya.

Rizal dan kawan-kawannya manusia biasa. APD dan protap pemakaman sesuai protokol kesehatan tak lantas melegakan hatinya setiap bertugas. Gusar tertular selalu dirasa setiap bekerja. Ditambah stigma negatif sebagian warga yang takut akan tugas para garda depan penanganan pandemi selama ini. Namun, Rizal tak mau mendengar berbagai suara sumbang. Dia pasrah menjalani tugas setulus hati demi memuliakan harkat kemanusiaan. ‘’Yang penting selalu jaga prokes. Sampai rumah langsung bersih-bersih dan mandi sebelum berkumpul dengan keluarga,’’ tuturnya. (gen/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button