Ngawi

Berulah, Gerombolan Anak Punk Diamankan

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Warga dan pengendara yang melintas di sekitar pertigaan ringroad masuk Desa Tawun, Kasreman, Selasa malam (1/6) sempat dikejutkan dengan cekcok antara belasan anak punk dan seorang sopir truk yang berujung aksi pemukulan.

Adalah Mariyanto, 27, Desa Mojorembun, Kecamatan Rejoso, Nganjuk, yang menjadi korban pemukulan kelompok anak punk itu. Belakangan, mereka diamankan petugas satpol PP. ‘’Kami juga mengamankan beberapa botol miras dan satu buah senjata tajam,’’ ungkap Kepala Satpol PP Ngawi Eko Heru Tjahjono Selasa (2/6).

Kejadian itu bermula saat 17 anak punk bergerombol di pertigaan ringroad Tawun hendak mencari tumpangan. Tidak lama berselang, Mariyanto melintas dengan pikap Mitsubisi L 300. Mereka pun buru-buru henak naik ke bak mobil.

Namun, lantaran traffic light telah menyala hijau, korban terus menggeber kendaraannya. ‘’Mungkin karena tersinggung, sejumlah anak punk berupaya menghentikan pikap itu, kemudian memukul sopirnya,’’ beber Eko.

Dia menuturkan, sebanyak empat anak punk yang diduga pelaku pemukulan lantas dibawa ke Polsek Padas. ‘’Sementara, 13 lainnya kami amankan di kantor satpol PP untuk dilakukan pembinaan fisik maupun mental,’’ ungkapnya.

Dia menyebut, belasan anak punk berusia 13-17 tahun tersebut berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Madura, dan Pasuruan. Mereka dalam perjalanan pulang ada sebuah acara di Solo dan transit di Ngawi.

Kapolsek Padas AKP Juwair menambahkan, aksi pemukulan yang dilakukan sejumlah anak punk itu diduga akibat pengaruh minuman keras. Selain mengamankan empat pelaku pihaknya juga memintai keterangan sopir pikap yang menjadi korban pemukulan. ‘’Beruntung, sopir berhasil menghindar sehingga tidak mengalami luka,’’ ujarnya. (mg1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close