Madiun

Bersiap Uji Nyali, Karantina Pemudik Dialihkan ke Tempat Angker

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Karantina pemudik dipindahkan ke tempat angker. Menyusul ditemukannya satu warga yang terdeteksi reaktif dari klaster Temboro, Karas, Magetan.

Semula, tempat karantina dipusatkan di Wisma Haji, Gedung Diklat, dan guest house di Jalan Panglima Sudirman. Terbaru, tempat karantina diarahkan ke Stadion Wilis dan tempat penampungan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Jalan Srindit. ‘’Nanti ditempatkan di stadion ini,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi.

Sejauh ini, Wisma Haji telah dihuni 20-an tenaga kesehatan (nakes) dari luar daerah. Sementara dua tempat lainnya dinilai cukup terlalu memanjakan mereka yang nekat mudik. Maidi menegaskan, dua tempat isolasi terbaru inilah yang lebih pantas bagi pelanggar larangan pulang ke kampung halaman. ‘’Karena dilarang dan melanggar. Tempatnya melanggar, ya di sini (Stadion Wilis dan penampungan ODGJ, Red),’’ tekannya.

Jumat (24/4), dua tempat isolasi itu mulai dibuka. Pemkot menyiapkan 200 tempat tidur di ruang ganti dan istirahat atlet di kompleks Stadion Wilis. Penghuni dipisahkan sesuai jenis kelamin. ‘’Ada kamar mandinya. Nanti masak sendiri. Dikunci selama 14 hari tidak bisa keluar dari stadion ini,’’ ungkapnya.

Untuk tempat karantina di Jalan Srindit merupakan tempat yang biasa digunakan menampung ODGJ. Sehingga, pemudik akan ditempatkan berdampingan dengan ODGJ yang sedang menjalani pembinaan. Sebaiknya tidak mencoba untuk uji nyali. ‘’Dua tempat karantina itu angker sekali. Sebaiknya tidak usah mudik,’’ sergahnya.

Pun, kelonggaran karantina mandiri dibatasi. Pemkot tak menoleransi jika mendapati rumah yang digunakan isolasi mandiri terdapat ibu hamil, lansia, maupun anak kecil. Pemudik terkait bakal dijemput paksa dan ditempatkan di tempat karantina yang telah disiapkan. ‘’Karantina mandiri boleh, tapi kalau tidak memungkinkan tetap kami tempatkan di sini,’’ tegasnya.

Pemkot terus menyaring pendataan di tingkat bawah guna mendeteksi warga dari luar kota. Terutama dari zona merah. Warga diimbau aktif melaporkan jika mendapati pendatang di setiap lingkungannya. ‘’Kalau ada, segera dilaporkan ke pos tiga pilar kelurahan,’’ ujarnya.

Sampai kini, pemprov memperketat sembilan titik akses masuk wilayah di Jawa Timur. Mulai Banyuwangi (Ketapang), Bojonegoro (Jalur Blora, Jateng), Tuban (Jalur dari Rembang), dua titik di Ngawi, Magetan, Ponorogo (jalur dari Wonogiri), serta Pacitan. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close