Madiun

Bersama Tangkal Korona

PEMERINTAH pusat telah menyatakan status bencana nasional non alam terkait virus korona di tanah air beberapa waktu lalu. Pernyataan itu diikuti sejumlah instruksi dan arahan terkait penanganan Covid-19 tersebut. Salah satunya dengan mengedepankan perlindungan yang sehat agar tidak sakit dengan memutus penularan. Caranya beragam. Bisa dengan membatasi aktivitas masyarakat. Terutama yang di tempat ramai. Tempat yang berpotensi bertemunya banyak orang dalam jumlah besar.

Penyebaran virus dari Wuhan, China ini memang bukan lewat udara. Tapi menempel pada cairan dari yang sakit. Yang lazim, cairan dari batuk atau bersin. Menurut dokter, cairan bersin bisa terlempar sejauh dua meter. Bayangkan kalau kejadian itu saat di tempat yang banyak orang. Mungkin bisa saja menempel pada baju. Tapi tidak menutup kemungkinan juga menempel di tangan. Parahnya, manusia terbiasa memegang bagian wajah seperti mulut, hidung, dan mata secara tidak sadar. Tak heran, kalau kemudian tertular.

Saya juga melakukan itu. Terutama kepada pelajar-pelajar kita. Sudah saya instruksikan untuk tidak melaksanakan kegiatan ke luar kota. Termasuk study tour. Saya perintahkan untuk ditunda dulu. Kemana pun tujuannya, tidak saya izinkan. Pembatasan ini semata untuk melindungi anak-anak kita dari penularan virus. Kota besar dan kota wisata memiliki potensi penularan tinggi. Banyak orang keluar masuk. Bukan hanya dari dalam negeri. Tapi juga luar negeri. Saya tidak ingin masyarakat Kota Madiun terjangkit.

Sekolah saya putuskan juga tetap masuk. Keputusan ini memang agak berat. Tetapi tujuannya sama. Untuk melindungi anak-anak kita. Saya khawatir anak-anak malah keluyuran kemana-mana kalau diliburkan. Apalagi, kebanyakan orang tua pelajar kita adalah pegawai atau karyawan. Kalau anak-anak libur, orang tua juga tidak bisa mengawasi di rumah karena harus bekerja. Mereka bisa bermain kemana saja.

Saya tidak ingin seperti itu. Keputusan tetap masuknya sekolah seperti biasa juga sebagai bentuk pengawasan. Bentuk deteksi dini. Orang tua harus mengantar. Kalau tidak naik bus sekolah. Pokoknya, harus dipastikan sampai sekolah. Jangan pamit tapi kemudian bolos. Sekolah dalam kasus ini bisa disebut semacam karantina. Kalau ada yang sakit bisa langsung ditangani. Pihak sekolah harus siap dan tanggap. Harus menyiapkan masker, tempat cuci tangan, hand sanitizer, dan lain sebagainya. Peserta didik harus terus diawasi. Yang dirasa kurang sehat harus segera dilakukan penanganan. Apapun sakitnya.

Edukasi tentang cara mencuci tangan hingga etika batuk dan bersin juga harus terus dipahamkan kepada anak-anak. Kalau perlu dilakukan senam cuci tangan pakai sabun seperti yang dilakukan di Sunday Market minggu kemarin. Ada tujuh langkah yang bisa dilakukan. Mulai membasahi tangan, mengusap bagian telapak dan punggung hingga ujung jari. Bagian sela-sela jari juga harus dibersihkan. Ini bisa menjadi kegiatan menarik di sekolah. Misalnya senam cuci tangan itu serentak sebelum masuk kelas. Atau dibuat lomba siapa yang paling tepat menerapkan tujuh langkah itu.

Begitu juga dengan etika batuk dan bersin. Seperti penjelasan dokter, baiknya menutup mulut dengan tisu atau lengan baju bagian atas. Tidak dengan tangan. Apalagi, telapak tangan. Virus dan bakteri yang menempel pada tangan bisa dengan mudah tersebar pada orang atau benda yang dipegang setelahnya. Edukasi tentang etika ini sudah banyak beredar. Anak-anak bisa ditampilkan itu di kelas agar edukasi lebih menarik.

Bersalamanpun kini ada etikanya. Beberapa pejabat negara sudah melakukannya. Ada yang menggantinya dengan menempelkan kedua tangan di depan dada. Ada juga yang melakukan salam siku. Apapun penggantinya, intinya untuk mengurangi kontak dengan orang lain. Saya juga ingin masyarakat Kota Madiun seperti itu. Khususnya, para pelajar tadi. Ini harus dikhususkan karena mereka seringkali lupa atau membandel. Karenanya, saya agak ketat kepada pelajar.

Virus korona memang sudah menjadi bencana nasional. Tapi saya ingin masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Pemerintah tengah berupaya keras menanggulanginya. Saya minta masyarakat mendukung. Mari tangkal korona bersama. (*)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button