Ponorogo

Bermodal Keberanian, Hari Eshadi Sukses Berbisnis Sablon

Jalan wirausaha Hari Eshadi berjodoh dengan bisnis sablon. Selain mencetak kaus, juga membuat bahan baku kaus polos dan memasok alat-alat sablon. Sebelum usahanya sebesar sekarang, siapa mengira bila sarjana perikanan itu sebelumnya sempat bekerja di tambak udang di Bali.

=================================

MIZAN AHSANI, Ponorogo, Jawa Pos Radar Ponorogo

KAUS polos beraneka warna tumpuk menumpuk di lemari dan etalase PTG Clothing. Pagi itu ada sejumlah orang yang tengah berada di toko yang nyempil di gang sebelah barat Jalan Jaksa Agung tersebut. ‘’Ada yang membeli kaus skala grosir, ada yang eceran,’’ kata Hari.

Sulit menjelaskan hubungan antara parabola dengan kaus sablonan. Bahkan, Hari sulit menjelaskannya. Dia kali pertama terjun berwirausaha pada 2011. Usaha pertamanya adalah berjualan parabola. Namun, hanya bertahan tiga bulan. Saat usaha pertamanya sepi peminat itulah, dia kepikiran berbisnis sablon. ‘’Awalnya ada teman yang punya usaha sablon,’’ ujarnya.

Bisa dibilang, modal awal menapaki bisnis ini adalah keberanian. Hari yang memulai bisnisnya dari nol itu hanya bermodalkan tak sampai Rp 1,3 juta. Hari mencetak kaus sesuai pesanan orang. Dia meng-handle secara langsung seluruh sisi bisnisnya. Mulai dari produksi sampai pemasarannya. Strateginya saat itu adalah masuk ke komunitas-komunitas. ‘’Masuk lewat teman-teman yang berpengaruh di suatu komunitas. Dari situ dapat pesanan untuk memproduksi kaus,’’ terangnya.

Hari sadar, dia butuh produksi yang stabil untuk bisa menggali untung lebih besar. Sembari masuk ke komunitas-komunitas, Hari juga keliling ke berbagai toko dan apotek. Untuk menawari mereka sablon kantong kresek dan buku nota. Produksi terkerek. Satu toko kadang memesan sablon hingga dua ribu kantong kresek kepada Hari. ‘’Lumayan, mulai dapat pelanggan tetap. Tapi, juga tidak bisa terus diandalkan karena margin keuntungannya sedikit,’’ beber lulusan Universitas Brawijaya itu.

Warga Kelurahan Brotonegaran, Kecamatan Ponorogo, itu merambah lini usaha lain di bidang penyablonan. Dia juga membuat bahan baku sendiri. Hari bermitra dengan penjahit lokal untuk membuat kaus polos berbagai warna sesuai standarnya. Kaus tersebut menjadi langganan usaha sablon lain dan perorangan. Keuntungannya menjadi lebih besar. ‘’Selain bahan baku kausnya, perlahan juga merambah penjualan alat-alat sablonnya juga,’’ ujar Hari.

Hari tidak perlu banyak pertimbangan untuk terjun berwirausaha. Usai lulus kuliah 2010 lalu, Hari sempat bekerja di tambak udang di Bali. Tak bertahan lama lantaran dia menikah dan harus boyongan ke Ponorogo. Bapak dua anak itu lantas memberanikan diri usaha. Kuncinya bisa melebarkan sayap seperti sekarang adalah fokus. ‘’Yang penting terjun dulu dan fokus. Setelah menguasai di satu hal, beranikan untuk merambah usaha di bidang yang lain,’’ pungkasnya. *** (fin/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button