Madiun

Berlakukan Karantina Wilayah di Bantengan-Mojopurno

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Sebanyak 22 unit mobil ambulans dikerahkan untuk menjemput puluhan warga Desa Bantengan dan Mojopurno, Wungu, Senin malam (14/6). Mereka dirujuk ke rumah sakit lantaran hasil rapid test antigennya positif Covid-19.

Langkah tanggap Pemkab Madiun itu bertujuan agar paparan virus korona klaster mantenan tersebut tidak semakin menyebar. Di lain sisi, aparat kepolisian akan fokus mem-back up karantina wilayah di dua desa tersebut. ‘’Langkah ini kami putuskan berdasar hasil rapat dengan beberapa pihak,’’ kata Bupati Madiun Ahmad Dawami.

Kaji Mbing, sapaan bupati, memimpin langsung penjemputan puluhan warga tersebut. Unsur pimpinan TNI-Polri setempat juga ikut mendampingi. ‘’Saat ditemukan warga terpapar Covid-19, tugas pertama adalah melokalisasi,’’ ujarnya sembari menyebut puluhan warga itu dirujuk ke RSUD Dolopo.

Diketahui, 66 warga Desa Bantengan positif sedangkan dari Desa Mojopurno 22 warga. Mereka menyusul sejumlah warga setempat lain yang lebih dulu dirujuk lantaran gejala semakin parah. ‘’Dengan melokalisasi, pasien (positif) tidak akan menyebarkan (virus korona). Artinya, persebaran bisa dikendalikan,’’ ungkap bupati.

Kaji Mbing menekankan, jaminan perawatan bagi warga positif harus maksimal. Pemkab tak ingin hal buruk terjadi karena keterlambatan pasien dibawa ke rumah sakit. ‘’Malam ini (14/6) warga positif kami ambil semua. Lebih cepat lebih baik. Tentang okupansi rumah sakit, bisa diatur lagi dengan menambah bed-nya,’’ terang Kaji Mbing.

Kapolres Madiun AKBP Bagoes Wibisono menambahkan, pihaknya akan malakukan pengamanan wilayah. Petugas dari polsek maupun polres dikerahkan. Bagoes menyebut bahwa one gate system (OGS) sudah diberlakukan di dua desa setempat. ‘’Masih ada warga yang tinggal di sini. Pengamanan akan diperketat,’’ tegas Kapolres. (den/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button