Madiun

Berkah Ramadan, Omset Pelaku UMKM Meroket

MADIUN – Berkah Ramadan dirasakan sejumlah pengusaha kuliner di tingkat usaha mikro kecil menengah (UMKM). Kenaikan omset capai dua kali lipat. Di saat yang bersamaan, harga sejumlah kebutuhan pokok naik turut berpengaruh terhadap harga jual. Sejumlah pengusaha UMKM inipun memutar otak mensiasati pemasaran. ’’Ya berpengaruh harga jualnya ikut naik tapi biar pembelinya nggak keberatan saya tambahkan promo,’’ kata pengusaha Madiun Oktavia Purnawati Widyaningrum kepada Radar Madiun.

Vivie –sapaan akrabnya- mengatakan, dua pekan pertama Ramadan belum dirasakan peningkatan penjualan.  Menginjak minggu ketiga dan seterusnya pembelian paket dari pelanggan Vivie merangkak naik. Seminggu sebelumnya Vivie telah menambah stok belanjaan bahan dasar jamu seperti kunyit, kencur, asam, gula jawa dan seterusnya. ’’Nambah cukup banyak masing-masing ada 50 kilogram.Tapi ya gitu harganya wah naik yang paling kerasa gula jawa sama kencur, seperti gula itu sampai Rp 100-120 ribu beli borongan,’’ paparnya.

Berutung, Vivie menambah sejumlah promo. Kemudian menambah varian rasa yang berbeda cukup efektif menarik perhatian pembeli. Dia memprediksi omset bulan ini sampai Lebaran mendatang sekitar Rp 20 juta. ’’Semoga bisa sampai segitu (Rp 20 juta). Belum close order sampai Lebaran nanti sudah banyak yang order ini,’’ ujarnya.

Ya,  konsumen Vivie selain membeli untuk konsumsi sendiri juga untuk  parsel dan oleh-oleh. Tidak heran konsumennya datang dari berbagai daerah. Paling banyak meman dari luar kota. ’’Mereka datang kesini pengennya beli untuk bawakan keluarga,’’ jelasnya.

Senada dengan Vivie, Sri Wahyuningrum penjual cokelat brem juga menikmati berkah Ramadan. Penjualan cokelatnya meningkat dua kali lipat dengan omset puluhan juta hanya bahan baku tidak terlalu naik signifikan seperti halnya jamu. (dil/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close