Pacitan

Berjalan Ratusan Meter demi Air Bersih

Memori Indartato Hadapi Kemarau 1982

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Masalah krisis air bersih sejumlah wilayah di Pacitan masih belum tersolusikan. Rencana pembangunan Waduk Wadah yang diharapkan pemkab bisa mengatasi kekeringan di wilayah Ngadirojo, Sudimoro, dan Tulakan tak kunjung terealisasi sampai kini. ‘’Artinya, sumber itu bisa kami olah. Bukan hanya untuk minum, tapi juga pertanian,’’ kata Bupati Pacitan Indartato Kamis (6/8).

Hanya saja, rencana pembangunan waduk masih terkendala pembebasan lahan. Beberapa warga ada yang menolak. Indartato mengaku telah meminta DPUPR, camat, dan kades untuk melakukan pendekatan persuasif agar pengerjaan bisa terealisasi. ‘’Kalau waduk dibangun, dampaknya akan baik. Khususnya pada musim kemarau seperti sekarang,’’ ujarnya.

Dia tak menampik krisis air bersih menjadi masalah tahunan di Pacitan. Hampir seluruh desa yang ada berpotensi terdampak kekeringan. Indartato sempat menceritakan pengalamannya berjalan ratusan meter dengan memikul ember demi mengambil air dari sumbernya. Kejadian itu dialaminya sekitar tahun 1982 di Punung. ‘’Dropping air saat ini belum sepenuhnya mencukupi, karena kebutuhan orang itu berbeda-beda,’’ terang Indartato. (gen/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close