News

Berikut Yang Merupakan Verba Penghubung Adalah

×

Berikut Yang Merupakan Verba Penghubung Adalah

Share this article

Berikut Yang Merupakan Verba Penghubung Adalah – Linking verbs adalah kata yang menghubungkan kata dengan kata dalam kalimat, atau kalimat dengan kalimat dalam paragraf.

Dari contoh di atas, jawaban dari pertanyaan ini adalah B while (kata kerja penghubungnya berlawanan) atau C dan (kata kerja penghubungnya setara)

Berikut Yang Merupakan Verba Penghubung Adalah

Pertanyaan baru dalam puisi Indonesia yang kita kenal terbagi menjadi puisi lama dan puisi baru. Puisi (a)… berkaitan dengan kaidah rima, syair, bait dan musikalitas puisi. Salah satu puisi lama adalah Pantun. Sebuah pantun terdiri atas (b)… baris-baris. Dua baris pertama adalah (c)…, sedangkan baris berikutnya adalah (d) Latihan Pertunjukan Musik Pak Joko: “Halo Pak Ade”. Pak Ade : “Oh, sepertinya Pak Joko. Halo juga pak.” Pak Joko : “Saya perhatikan, anak Pak Ade dan…teman-temannya sering latihan bermain di rumah ya?” Pak Hades : “Oh iya pak. Maklum sebentar lagi anak saya akan mengikuti acara musikal di sekolahnya pak.” Pak Joko : “Oh iya. Saya mohon maaf sebelumnya Pak Ade. Sebagai tetangga saya harus menyampaikan hal ini karena beberapa hari ini saya dan keluarga merasa terganggu. Jujur saja, suara yang dihasilkan oleh anak Pak Ade dan musiknya latihan.. teman-temannya terlalu kuat. Sulit bagi saya dan keluarga saya untuk beristirahat. Selain itu, istri saya punya anak.” Pak Ade : “Wah, begitu. Mohon maaf, saya tidak tahu apakah suara anda terdengar di rumah Pak Joko. Tapi apa lagi yang bisa saya lakukan? Kalau gak latihan kasihan anakku.” Pak Joko : “Iya, tapi apakah bisa diatur agar suaranya tidak terlalu keras dan hanya berbunyi pada waktu-waktu tertentu saja?” Pak Ade : “Mohon pengertiannya pak Ini hanya bersifat sementara. Mungkin hanya sampai minggu depan. Saya juga tidak ingin mengecewakan anak saya yang akan tampil di musikal minggu depan.” Pak Joko : “Kalau Pak Ade ngotot, saya harus bilang ke Pak RT. Nah, Pak RT sedang lewat. Nanti saya bawa ke sini.” (Pak Joko menghampiri Pak RT dan menyampaikan keluh kesahnya. Pak RT pun mendatangi Pak Ade) Pak RT : “Halo Pak Ade.” Pak Ade : “Halo Pak.” Pak RT : “Saya mendengar keluhan Pak Joko bahwa anak Pak Ade dan teman-temannya bermain musik dan mengganggu istirahat tetangga. Bisakah kami menemukan solusi terbaik untuk masalah ini, Pak? Pak Ade : “Iya Pak RT. Saya akui, anak saya dan teman-temannya sering bermain di rumah, tapi itu hanya sementara sampai minggu depan karena mereka akan bermain pak. Mohon maklum.” Pak Joko : “Sama sekali tidak Pak Ade. Saya cukup bersabar menghadapi beberapa hari yang sibuk. Suara musik dari anak Pak Ade dan teman-temannya terlalu keras sehingga saya sulit untuk tidur siang. Di luar karena , Sekarang saya punya anak juga. Kasihan juga anak saya yang sering menangis karena ada musik keras.” Pak RT: “Mohon bersabar, Tuan-tuan. Jangan bersemangat dulu. Nah, RT kami kebetulan mempunyai ruang musik tidak jauh dari sini yang bisa digunakan untuk latihan oleh anak Pak Ade dan teman-temannya. Tempatnya lumayan bagus dan kedap suara. Dengan demikian, anak Pak Ade dan teman-temannya tetap bisa berlatih musik dan Pak Joko sekeluarga tidak lagi diganggu. Bagaimana kabarnya, Tuan-tuan?” Tuan Hades: “Oh, begitu. Jika ada tempat lain yang cocok di dekatnya yang bisa digunakan, saya tidak keberatan, Tuan.” Pak Joko : “Ya alhamdulillah kalau begitu. Kalau bisa latihan di tempat lain, saya dan keluarga bisa tenang.” Pak RT : “Alhamdulillah Pak Ade dan Pak Joko bisa menerimanya. Nanti Pak Ade minta anak Pak Ade dan teman-temannya untuk memindahkan alat musik tersebut. Saya siapkan dulu tempatnya.” Pak Ade : “Baiklah Pak RT. Saya akan segera melakukannya. Terima kasih banyak atas bantuannya.” Pak Joko : “Terima kasih juga Pak RT atas solusinya. Terima kasih juga Pak Ade atas pengertiannya.” Pak Ade : “Iya Pak Joko. Saya juga minta maaf, sudah membuat keluarga Pak Joko tidak nyaman.” Pak RT : “Baik, kalau begitu saya ucapkan salam hormat sekalian.” Pak Ade dan Pak Joko : “Iya pak. Silahkan.” Temukan 5 istilah pada teks di atas! Gagasan pokok paragraf festival rakyat. Istilah-istilah dalam paragraf. Hiu tutul merupakan salah satu hewan langka yang belum banyak diteliti sehingga pengetahuan tentang hewan ini masih minim, merupakan makanan pokok… yaitu plankton untuk tubuh hiu, karena pengamatan alam termasuk dalam warna merah. daftar hewan yang umumnya bisa mencapai 70 tahun dari kepunahan. Pada suatu malam menjelang Hari Raya Idul Fitri, ada seorang anak laki-laki yang kehilangan kedua orang tuanya. Dia tinggal di gubuk kardus reyot di bawah jembatan tol. Ia harus menghidupi adik laki-lakinya yang sedang sakit, dan ia harus rela berkorban di jalanan kota untuk berjualan koran.” Ia mengambil beberapa pakaian dari tempat pembuangan sampah yang telah dibuang oleh orang-orang yang sudah tidak ada lagi. membutuhkan pakaian, namun mensyukuri apa yang didapatnya adalah anugerah terbesar dari Tuhan. Dia berjualan koran selama dua jam, namun tidak ada satupun koran yang dimilikinya yang terjual. dan tidak ada seorang pun yang peduli. Seiring berjalannya hari, tak mampu bahkan menjual koran, lelah dan lapar dia bersandar di tiang Bangjo. Dilihatnya sebuah rumah besar di pinggir jalan raya dimana terlihat sebuah keluarga berkumpul, bercanda dan bermain-main-mereka bahagia bersama. Kebahagiaan datang dari kebersamaan, tapi tidak dengan dia. Melihat ini bersama mengingatkannya pada saat dia masih bersama ibu, ayah, kakek dan neneknya. Tapi mereka semua sudah meninggal dan hanya dia dan saudara perempuannya yang tersisa. Memikirkan kenangan itu membuat matanya berkaca-kaca. Saat dia serunya sambil terus berjualan koran, tiba-tiba sebuah mobil hampir menabraknya. Itu jatuh dan semua kertas jatuh ke dalam lumpur. Semua kertasnya kotor, tidak mungkin dia bisa menjualnya kembali. Ia terjatuh kesakitan, lalu menangis karena teringat adiknya yang sakit di rumah sendirian, apalagi ia tidak mampu membelikan obat untuknya. Ya, karena awalnya dia tidak mendapat uang dari koran dalam perjalanan pulang. Dia melihat panti asuhan. Anda lihat banyak anak-anak yang tidak memiliki orang tua lagi, namun mereka bahagia di sana. Dia berpikir untuk meninggalkan adik laki-lakinya di sana, tapi dia juga tidak tega karena dia adalah saudara kandungnya satu-satunya. Tapi apapun yang harus dia lakukan, dia harus melakukannya demi kebahagiaan adiknya. Dia mendekati panti asuhan. Seorang pengasuh menghampirinya dan bertanya, “Mengapa kamu masih anak-anak? Ayo, bawa ibumu masuk!” “Tidak perlu, terima kasih..bu, bolehkah aku menitipkan adikku disini, aku tidak ingin adik bayiku menderita jika tinggal bersamaku?” “Di mana kamu tinggal, Nak?” “di kolong jembatan tol Gayam bu..” “Baik, adikmu boleh dititipkan di sini tapi bagaimana denganmu nak?” Dia harus segera membawa adiknya ke panti asuhan. Dia berjalan selangkah demi selangkah membawa adiknya ke panti asuhan. Setelah sampai di panti asuhan, dia kembali mengajukan permintaan kepada pengasuhnya untuk membawa adiknya ke dokter. Nanny dengan senang hati menerima permintaannya. Hatinya ringan dan bahagia, ia tidak perlu memikirkan adiknya lagi, karena ia sudah bahagia bersama teman-temannya yang lain di panti asuhan. Dia meninggalkan adiknya tanpa pamit. Menjelang sore, dia mendengar suara takbir. “Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.. laailahaillallahuallahu akbar.. allahu akbar walilla ilham” serunya mengenang kenangan bertemu keluarganya di malam takbiran. Dia berhenti, duduk di bawah lampu jalan. Dia sangat lelah dan sangat lapar. Ia beristirahat sejenak seolah ingin menghangatkan tubuhnya di malam yang dingin itu. Dia mendongak, dia pikir dia melihat ibu yang sangat dia rindukan. Ia tampak melompat ke pelukan hangat ibunya untuk mengobati hasratnya. “Bu… tolong bawa aku ke tempat yang hangat dan banyak makanannya.” Mereka terbang semakin tinggi dan jauh menuju tempat yang hangat dan tidak akan kelaparan lagi.Keesokan harinya tibalah Idul Fitri. Warga yang sudah selesai salat Idul Fitri melihat anak malang itu disandarkan di bawah lampu jalan. Wajahnya pucat dengan senyuman yang terlihat bahagia, namun dia sudah mati, mati di malam Idul Fitri. Dia telah dibawa oleh Tuhan dan dibawa ke tempat yang indah, tenang, hangat dan dia tidak lagi lapar. Itu dia yang abadi. Di sana dia akan bahagia selamanya bersama ayah, ibu, kakek dan neneknya 1. JELASKAN BAGIAN DARI PLOT!! 2. TULIS 3 PESAN YANG DAPAT ANDA PELAJARI DARI SEJARAH! 3. JELASKAN PERNYATAAN, TEMPAT DAN WAKTU CERITA! DITAMPILKAN DENGAN FRASA YANG MEMBUKTIKANNYA! TOLONG BANTU JAWABANNYA!! JAWABAN LENGKAP DAN BENAR = JAWABAN CERDAS Kata kerja konjungsi dalam bahasa Indonesia umumnya digunakan untuk menghubungkan klausa atau frasa dalam kalimat. Beberapa contoh kata kerja penghubung yang umum digunakan antara lain “menjadi”, “sebagai”, dan “adalah”.

Baca Juga  Apa Makna Pancasila Sebagai Pandangan Hidup

Pts Bin Kelas 6

Linking verbs merupakan kata kerja yang berfungsi menghubungkan dua bagian kalimat sehingga tercipta hubungan yang logis dan semantik. Linking verb ini seringkali menjadi fokus kalimat pasif dan impersonal atau kalimat yang subjeknya tidak bertindak secara langsung. Dalam konteks ini, fungsi kata kerja penghubung tidak begitu jelas diidentifikasikan sebagai “tindakan” dalam pengertian verbal konvensional.

Misalnya, dalam kalimat “Kucing adalah hewan peliharaan”, kata “adalah” merupakan kata kerja penghubung yang menghubungkan subjek “Kucing” dengan pelengkapnya “hewan peliharaan”.

Fungsi utama dari linking verbs adalah untuk memberikan klarifikasi atau penegasan status, identitas, atau kualitas subjek kalimat. Beberapa dari kata kerja ini bisa saja