News

Berikut Ini Yang Bukan Merupakan Tujuan Dari Penjernihan Air Adalah

×

Berikut Ini Yang Bukan Merupakan Tujuan Dari Penjernihan Air Adalah

Share this article

Berikut Ini Yang Bukan Merupakan Tujuan Dari Penjernihan Air Adalah – Apakah kamu suka buku ini? Anda dapat menerbitkan buku Anda secara online secara gratis dalam hitungan menit! membuat flipbook Anda sendiri

Pencemaran Lingkungan Bab 8 | Pengendalian Pencemaran Lingkungan Sebagai Upaya PPLH 129 c. Rekayasa Biologi 1) proses aerobik, 2) proses anaerobik, 3) proses fakultatif. 6. Tujuan pengendalian Tujuan pengendalian adalah ruang lingkup komponen lingkungan yang harus dikendalikan agar tidak terjadi pencemaran lingkungan. Sasaran kendali ini berupa (1) udara, (2) darat, (3) air, (4) makanan, dll. Target kontrol tidak bisa disamakan dengan lokasi kontrol. Lokasi kontrol mengacu pada lokasi target yang akan dikendalikan, seperti wilayah administrasi atau lokasi berdasarkan koordinat lintang dan bujur. Misalnya, pengendalian pencemaran sungai Batang Lembang di Kota Solok. Lokasinya kota Solok, tapi tujuannya adalah Sungai Batang Lembang. Secara rinci, proses pengendalian yang objektif terhadap komponen lingkungan yang tercemar ini adalah sebagai berikut. di dalam. Pengendalian polusi udara. B. Pengendalian pencemaran tanah. C. Pengendalian pencemaran air. 7. Tempat Pengendalian Tempat pengendalian didasarkan pada di mana upaya dilakukan atau bagaimana pencemaran yang ada atau telah terjadi di suatu daerah ditangani. Misalnya, adanya pencemaran udara berupa kebisingan akibat aktivitas pabrik penggilingan batu. Pabrik ini berlokasi di Kota A. Menurut tempat dilakukannya penertiban itu bukan di Kota A, melainkan di pabrik, atau di ruang atau jarak antara pabrik dengan lingkungan masyarakat, atau di masyarakat di permukiman sendiri sebagai penerima dampak. Jadi, tergantung pada tempat pengendalian dilakukan, mereka dapat dikelompokkan menjadi tiga berikut.

Berikut Ini Yang Bukan Merupakan Tujuan Dari Penjernihan Air Adalah

130 Pencemaran Lingkungan Bab 8 | Pengendalian pencemaran lingkungan sebagai upaya PPLH a. Pengendalian pada sumber (source) Pengendalian pada sumber pencemaran yang dimaksud adalah tindakan pengendalian yang dilaksanakan atau diterapkan di pabrik. Misalnya melalui aspek teknologi sehingga dipilihlah teknologi penggilingan yang tidak menimbulkan kebisingan. B. Pengendalian paparan (ruangan) Pengendalian paparan, misalnya dengan mencegah kebisingan dengan membuat dinding kedap suara, atau dapat juga dengan menanam pohon penghalang gelombang suara yang ditanam di antara sumber dan pemukiman orang-orang yang terkena dampak kebisingan. Cara penanaman flora yang membatasi sumber pencemar dan yang akan menanggung akibat pencemar tersebut sering digunakan di Indonesia hingga saat ini. Jenis flora yang efektif adalah jenis bambu yang telah teruji paling mampu menahan bunyi dari sumber sampai penerima benturan bunyi. C. Pengendalian penerima dampak (receiver) Pengendalian dampak ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik yang tidak dilakukan pada sumber pencemaran, dalam hal ini suara yang dikeluarkan oleh mesin penggiling, dan tidak dilakukan dalam ruang baik antara mesin dan lingkungan sekitarnya. Upaya yang dilakukan misalnya dengan menggunakan penutup telinga, agar kebisingan tidak mengganggu fungsi pendengaran. Contoh serupa dapat dibandingkan dengan industri karet. Adanya bau tidak sedap dapat dikendalikan dengan melakukan upaya di tiga tempat yaitu 1) di pabrik sebagai sumber; 2) di ruang antara pabrik dan masyarakat atau lingkungan (ruang); 3) pada masyarakat atau lingkungan (receiver).

Baca Juga  Artinya Bismillah Hirohman Nirohim

Alat Dan Bahan Penjernihan Air

Pencemaran Lingkungan Bab 8 | Pengendalian Pencemaran Lingkungan Sebagai Upaya PPLH 131 8. Tahapan Pengendalian Tahapan pengendalian yang direncanakan didasarkan pada tingkat perlakuan pada tahap pengendalian pencemaran, berupa pengolahan sumber limbah. Keduanya dilakukan terhadap limbah yang dihasilkan dari industri, maupun domestik. Menurut tingkat pengolahan dalam pengolahan air limbah, ada tahapan yang berbeda yang dikemukakan oleh Sugiharto (1987) sebagai berikut. di dalam. Pretreatment Tahap ini disebut juga pretreatment terhadap limbah yang berpotensi mencemari lingkungan. Tujuan dari fase ini adalah untuk memudahkan proses pengolahan limbah selanjutnya. Pada tahap pre-processing, umumnya yang dilakukan adalah: 1) penghilangan material apung (minyak, gemuk dan padatan) 2) penghilangan material padat (pasir dan padatan) Alat yang digunakan adalah filter dan grinder (pencacah yang memotong limbah ke aliran tanpa mengeluarkannya dari aliran limbah). Oleh karena itu, padatan halus tetap berada di aliran limbah sebelum memasuki lingkungan. Dimensi filter, sesuai dengan pembuangan limbah. Output 100 m3/jam, dimensi filter: 30 x 30 cm (Kristanto, 2000). Jika dalam pre-treatment ini limbah cair memenuhi baku mutu lingkungan, maka tidak perlu dilanjutkan ke primary treatment. Biasanya dalam pretreatment hanya fisika teknis yang dilakukan. Ada beberapa alternatif teknik pengolahan yang dapat dilakukan pada tahap ini yaitu (1) pemotongan, (2) penyaringan, (3) pemerataan, dan (4) menggunakan grease trap. Memotong sama dengan menggiling, dilanjutkan dengan menyaring, sedangkan EQ membutuhkan kesempurnaan berupa tangki EQ. Agitasi dan aerasi penting dalam equalizer. Hal ini untuk menghindari terbentuknya kondisi septik yang dapat menimbulkan bau dan menghindari pengendapan padatan sebanyak mungkin. Memperkecil

132 Pencemaran Lingkungan Bab 8 | Pengendalian Pencemaran Lingkungan Sebagai upaya menghilangkan PPLH, sebaiknya equalizer dipasang setelah pemindahan pasir (Metcalf & Eddy, 2004). Adhesi padatan dan lemak (grease) pada dinding tangki tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, sarana dan fasilitas harus disediakan untuk membersihkan dinding tangki dari padatan yang menempel. Begitu juga dengan mekanisme pembersihan padatan yang mengambang di permukaan. B. Primary treatment Pada tahap primary treatment ini, kegiatan yang dilakukan merupakan lanjutan dari pre-treatment dalam hal pengolahan limbah. Secara umum kegiatan berupa (1) penyaringan dan pengendapan dan (2) pengentalan dan pengapungan. Prinsip pengolahan ini adalah memisahkan air dari limbah padat, yaitu “membiarkan padatan mengendap atau memisahkan zat-zat yang terapung, seperti daun, ranting dan plastik serta padatan lainnya. Prosesnya terdiri dari: 1) menyaring/mengayak , 2) satu set tangki, 3) dua set tangki, 4) outflow. Dalam proses ini, penambahan bahan kimia diperlukan untuk mempercepat pengurangan partikel campuran (Sugiharto, 1987). Kristanto (2000) menambahkan bahwa dalam proses setelah gas Chlorine dapat ditambahkan ke tangki pengendapan kedua, yang disebut klorinasi Secara skematis, urutan kegiatan pengendalian polusi melalui tahapan-tahapan tersebut dapat dilihat pada Gambar 8.2 di bawah ini.

Baca Juga  Sebutkan Bentuk Kerjasama Asean Di Bidang Iptek

Pencemaran Lingkungan Bab 8 | Pengendalian Pencemaran Lingkungan Sebagai Upaya PPLH 133 Bak Sedimentasi Satu Bak Sedimentasi Dua Saringan Limbah Gambar 8.2 Skema Pengolahan Limbah di Pengolahan Primer Seperti terlihat pada Gambar 8.2, aliran limbah disaring terlebih dahulu, kemudian muncul bak pengendap pertama diikuti oleh dua bak pengendap . Perbedaan perlakuan fisik yang dilakukan antara tahap pretreatment dan primary treatment terletak pada tujuan dan proses elaborasi yang dilakukan. Pretreatment bertujuan untuk mengklasifikasikan kerikil dan sludge, sedangkan primary treatment bertujuan untuk menghilangkan padatan campuran. Kristanto (2000) menyatakan bahwa jenis kegiatan pengolahan berhubungan dengan tujuan pengolahan. Hubungan ini ditunjukkan dalam bentuk Tabel 8.1 di bawah ini. Tabel 8.1 Jenis kegiatan dan tujuan pengolahan limbah cair Jenis kegiatan Peralatan Tujuan pengolahan Bar mesh Screening Penyaring bahan kasar dan padat Sand trap Sand trap Menghilangkan pasir dan koral Pasir dan karang Grease trap dan foam Skimmer dan grass trap Memisahkan material terapung Perataan air Perataan konsentrasi bahan kimia, netralisasi pH, tangki pengendapan Tangki pengendapan Lumpur pengendapan Tangki terapung Penghapusan senyawa terlarut Tong lumpur aktif (Kolam) Pembuangan larutan organik

134 Pencemaran Lingkungan Bab 8 | Pengendalian pencemaran lingkungan sebagai upaya PPLH tangki aerasi dan kompresor Penghilangan larutan organik Karbon aktif Filtrasi karbon aktif Penghilangan senyawa organik yang belum terbentuk Bahan kimia pengendapan Bahan kimia dan tangki pengendapan Bahan kimia pengendapan Menara nitrogen Pembuangan nitrat dan nitrit Kimia Klorinasi Pemusnah padatan0 c2 Sumber Perlakuan sekunder Tahap ini dilakukan dengan (1) penambahan oksigen (aerasi) dan (2) pencegahan pertumbuhan bakteri. Proses aerasi dapat dilakukan dengan cara menghisap udara ke dalam limbah atau dapat juga dilakukan pengolahan sehingga limbah bersentuhan dengan udara sehingga mengangkat permukaan limbah. Umumnya dalam dunia industri, proses biologis dilakukan pada tahap ini untuk kegiatan pengolahan limbah. D. Pengolahan tersier Dalam pengolahan limbah di dunia industri, fase ini berlanjut sebagai rangkaian pengelolaan limbah hingga pengolahan sekunder fase c. Beberapa proses yang dilakukan pada tahap ini adalah: 1) filter multimedia, 2) filter pasir sederhana, 3) filter vakum, 4) adsorpsi/penyerapan, 5) filter precarbon, 6) microstaining. ku. Disinfektan Tahap ini merupakan tahap yang tujuannya untuk membunuh bakteri. Bakteri yang dibunuh atau dihilangkan adalah bakteri patogen yang terdapat pada limbah. Klor adalah salah satu senyawa yang biasanya digunakan dalam tahap ini. Jenis senyawa yang digunakan dan kualitas residu akan menentukan proses disinfeksi.

Baca Juga  Bagaimanakah Bentuk Konsekuensi Mobilitas Sosial Dalam Kehidupan Masyarakat

Materi + Contoh Soal Ipa

Pencemaran Lingkungan Bab 8 | Pengendalian Pencemaran Lingkungan Sebagai Upaya PPLH 135 Proses pembunuhan patogen terjadi melalui beberapa mekanisme, salah satunya melalui penghancuran dinding sel patogen sehingga tidak dapat tumbuh di dalam limbah. F. Pembuangan Akhir Tahapan ini sebenarnya merupakan tahapan yang mengikuti sludge yang dihasilkan pada setiap tahapan sebelumnya hingga dibuang. Oleh karena itu, beberapa proses yang ada pada tahap ini terkait dengan pengolahan lumpur, yang dapat berupa: 1) peristiwa konsentrasi lumpur, 2) stabilisasi lumpur, 3) pengaturan, 4) pengurangan lumpur, 5) dewatering, 6) pembuangan, 7) daur ulang lagi sesuai kebutuhan. B. Industri dan Pengendalian Pencemaran Tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan industri memiliki arti penting dalam perekonomian bangsa. Tapi kita juga tidak bisa mengabaikan dampak industrialisasi. Dampak pencemaran lingkungan merupakan konsekuensi dari keberadaan dunia industri. 1. Pengertian Industri Industri adalah usaha atau kegiatan yang mengubah bahan baku atau barang setengah jadi menjadi barang jadi dalam jumlah dan mutu tertentu serta mempunyai nilai tambah untuk keuntungan. Makna tersirat yang harus kita garis bawahi adalah bahwa tujuan industri tidak lebih dari keuntungan. Dilihat dari definisi sebelumnya, jelas bahwa fungsi ekonomi merupakan fungsi yang dipromosikan.

136 Pencemaran Lingkungan Bab 8 | Memeriksa

Berikut ini yang bukan merupakan buku non fiksi adalah, berikut ini yang bukan negara tujuan ekspor karet indonesia adalah, berikut yang merupakan tujuan riset pasar adalah, berikut ini yang bukan merupakan penyebab penyakit asma adalah, berikut ini yang bukan merupakan tujuan dari pembuatan reklame, berikut ini yang bukan merupakan tujuan dari pembuatan reklame adalah, berikut ini yang bukan merupakan cms adalah, berikut ini yang bukan merupakan jenis aplikasi cms adalah, berikut ini yang bukan merupakan media iklan adalah, berikut ini bukan merupakan tujuan dari pembuatan reklame, berikut ini yang bukan merupakan perubahan fisika adalah, berikut ini yang bukan merupakan fungsi dari planetary gear adalah