News

Berikut Adalah Tabel Pasangan Planet Dan Satelit Pengikutnya

×

Berikut Adalah Tabel Pasangan Planet Dan Satelit Pengikutnya

Share this article

Berikut Adalah Tabel Pasangan Planet Dan Satelit Pengikutnya – Pemberitahuan Penting Pemeliharaan server terjadwal pada (GMT) Minggu, 26 Juni mulai pukul 02.00 hingga 08.00. situs tidak akan berfungsi selama jam yang ditentukan!

B. Secara berkelompok, uraikan isi atau makna puisi Hujan Juni. Sampaikan pendapat kelompok Anda kepada teman-teman Anda untuk mendapatkan masukan. Uraian Lengkap Kata Pendukung Reaksi Kelompok Isi Puisi pada Puisi Lain 2. Unsur-Unsur Puisi Perhatikan kembali teks puisi Hujan Juni. Seperti teks lainnya, teks tersebut mengandung unsur-unsur berikut. A. Kiasan dan Irama Berbeda dengan teks ekspositori, laporan, atau teks lain yang pernah Anda pelajari, puisi merupakan teks yang mengutamakan kiasan dan mengutamakan ritme. 1) Bahasa kiasan adalah bahasa kiasan yang digunakan untuk menimbulkan kesan tertentu pada pendengar atau pembacanya. Bahasa berupa perbandingan, kontras, pengulangan, dan simile digunakan untuk menciptakan kesan-kesan tersebut. 2) Irama (musikalitas) adalah bunyi yang teratur dan berulang-ulang. Irama bekerja dengan memberikan jiwa pada kata-kata dalam puisi, yang pada akhirnya dapat membangkitkan emosi tertentu seperti kesedihan, frustasi, kemarahan, kerinduan, dan kebahagiaan. Ambil contoh puisi “Hujan Juni”. a) Ada dua kiasan yang dominan dalam puisi tersebut. (1) Majas personifikasi adalah majas yang memperbandingkan benda mati seolah-olah mempunyai sifat kemanusiaan. 94 SMP/MT Kelas VIII

Berikut Adalah Tabel Pasangan Planet Dan Satelit Pengikutnya

Puisi itu membandingkan hujan. Rain memiliki sikap yang keras kepala, bijaksana dan bijaksana. Orang biasanya mempunyai sifat-sifat ini. (2) Paralelisme adalah majas yang diulang-ulang dalam baris yang berbeda. Kata yang diulang-ulang dalam puisi itu tidak lebih. Kata-kata ini diulangi di setiap bait. b) Irama puisi hendaknya diungkapkan secara lembut sebagai ungkapan kekaguman dan simpati. Hal ini terlihat dari kata-kata pujian yang ditujukan kepada “hujan bulan Juni” yang terus-menerus, bijaksana, dan bijaksana. B. Penggunaan Kata Konotatif Kata konotatif adalah kata yang tidak mempunyai arti sebenarnya. Kata tersebut mengalami penambahan berdasarkan pengalaman, kesan, gagasan dan perasaan penyair. Lihatlah puisi “Hujan Juni” lagi. Kata-kata yang mempunyai makna konotatif dalam puisi tersebut adalah sebagai berikut. Arti Kata 1. Hujan tambahan utama Air yang jatuh dari langit Perbuatan baik 2. Tetesan Taburkan titik-titik Sesuatu yang sedikit tapi banyak 3. Pohon berbunga Pohon yang berbunga Kehidupan baik yang menjanjikan 4. Jejak Jejak Pengalaman hidup 5. Jalan 6 Tertelan A Tempat Persimpangan Aliran Kehidupan Masuk Lubang Kecil Bekas 7. Akar Bagian terendah dari sebuah pohon Awal mula kehidupan Banyak kata dalam puisi yang menggunakan kata-kata yang mempunyai makna konotatif. Kata-kata tersebut merupakan kata sambung atau perbandingan. Perhatikan puisi “Pengemis” berikut ini! 95 Bab 4 Bahasa Indonesia

Baca Juga  Mengapa Sikap Toleransi Penting Diterapkan Dalam Kehidupan Sehari-hari

Teori Evolusi Runtuh

Seorang gadis pengemis Setiap kali kita bertemu, seorang gadis kecil dengan kaleng Senyummu terlalu abadi untuk mengetahui kesedihan Memandangku, bulan merah muda Tapi kotaku hilang, tak berjiwa. Aku ingin pergi bersamamu, gadis kotak kecil. Pulanglah ke bawah jembatan yang menampilkan sosok hidup Kehidupan mimpi yang berkilauan Senang tidur tanpa beban. Duniamu, lebih tinggi dari menara katedral, Mengambang di atas air kotor, tapi kamu mengingatnya sehingga Jiwa begitu murni, terlalu murni untuk berbagi kesengsaraannya. Jika kamu mati, gadis kotak kecil. Tidak ada seorang pun yang mempunyai buah yang lebih tinggi. Dan kotaku, oh kotaku. Hidupnya tidak ada tandanya lagi (Toto Sudarto Bakhtiar). Perkataan gadis kecil itu bisa diartikan sebagai seorang wanita yang masih anak-anak sedang mengalami musibah. Kotaku Hilang, Tak Berjiwa artinya keadaan suatu tempat yang sudah kehilangan rasa kemanusiaannya, warganya sudah tidak peduli lagi dengan kehidupan orang lain. Dengan menerjemahkan arti lain di balik semua kata, Anda akan sampai pada arti sebenarnya dari puisi tersebut. Hanya saja maknanya bisa berbeda-beda pada setiap orang. Penyebabnya banyak faktor. 1) Tingkat pemahaman setiap kata dalam puisi. Semakin banyak kata yang mudah dipahami, semakin mudah pula dalam menafsirkannya. 96 SMP/MT Kelas VIII

2) Derajat keakraban atau keterkaitan seseorang dengan puisi. Bagi seseorang yang sering membaca atau bahkan menulis puisi, juga mudah untuk mengenali hakikat puisi, termasuk isi yang dikandungnya. 3) Pengalaman pribadi. Seseorang yang pernah mengalami amukan kehidupan kota akan lebih mudah menafsirkan puisi tersebut dibandingkan seseorang yang belum pernah mengalami atau menyaksikan keadaan tersebut. Selain itu, penguasaan teori sastra merupakan faktor yang sangat berpengaruh dalam penafsiran sebuah puisi. Misalnya saja penguasaan Anda terhadap berbagai macam imajinasi yang dapat terkandung dalam sebuah puisi. Hal ini akan memudahkan Anda memahami makna puisi tersebut. ° C. Kata Simbol Simbol atau simbol adalah sesuatu seperti gambar, tanda atau kata yang mempunyai makna tertentu. Misalnya rantai dan kapas pada gambar Garuda Pankasila, pucuk kelapa sebagai lambang kepanduan. Simbol-simbol tersebut menyampaikan makna tertentu yang dapat dipahami oleh masyarakat umum. Rantai bermakna perlunya “persatuan dan persatuan bagi seluruh rakyat Indonesia”, padi kapas melambangkan “kesejahteraan dan kesejahteraan”, pucuk kelapa bermakna “anggota pramuka yang diharapkan menjadi generasi yang fleksibel bagi agama, tanah air dan bangsa”. Penyair sering menggunakan simbol-simbol seperti itu dalam puisinya. Ini seperti puisi “Hujan Juni”. Simbol yang dimaksud antara lain diungkapkan dengan kata hujan dan bunga. Hujan merupakan simbol “kebaikan” atau “kesuburan”. Sedangkan bunga berarti “keindahan”. imajinasi, unsur puisi 97 bab 4 bahasa indonesia

Baca Juga  Perbedaan Budaya Di Indonesia Akan Menjadi Modal

E. Imajinasi dalam Puisi Imajinasi adalah suatu kata atau susunan kata yang dapat membangkitkan khayalan atau khayalan. Dengan daya imajinasinya tersebut, pembaca seolah-olah merasakan, mendengar, atau melihat sesuatu yang diungkapkan penyair. Dengan kata-kata yang digunakan penyair, pembaca seolah-olah mendengar suara (imajinasi pendengaran), melihat benda (imajinasi visual), atau merasakan dan menyentuh benda (imajinasi taktil). Misalnya saja mantra berikut ini! Hei, badai alam. Pin besi untuk rumah saya. Jarum tembaga untuk rumahku. Seekor ular untuk daguku. Buaya untuk ditusuk di mulutku. Harimau itu mengaum di kepalaku. Gajah membunyikan suaraku. Suaraku seperti suara guntur. Bibir terkatup, gigi terkunci. Jika bumi bergerak bersama langit, gerakkanlah hatimu. Jika ingin marah atau ingin menghancurkanku (Wilkinson, 1907: 42-43) Sebagai bentuk puisi klasik, digunakan mantera dan gambar. Hal ini terlihat pada kata-kata berikut ini. 1. keributan 2. jarum besi berdering jarum tembaga berdering bibir mengerucut suara guntur mengerucutkan bibir gerak bumi bergerak jantung hendak marah 98 Kelas VIII SMP/MT

Dari kata yang digunakannya, mantra tersebut sepertinya menggunakan imajinasi pendengaran dan imajinasi visual. Dengan kata-kata tersebut kita dapat membayangkan objek yang dideskripsikan. Perhatikan juga puisi berikut! Doa Dengan apa aku membandingkan pertemuan kita, sayang? Ia terbit dengan cahaya senja yang redup selama bulan purnama, setelah panas yang menyengat telah hilang. Angin malam berhembus sepoi-sepoi, menyejukkan tubuhmu, mengangkat lamunanmu, membawa impianmu ke bawah kursimu. Hatiku jernih menerima perkataanmu, bagaikan bintang yang menyalakan lilin. Hatiku terbuka dan menunggu cintamu, seperti kelopak sedap malam. Wahai cintaku, penuhi hatiku dengan kata-katamu, penuhi dadaku dengan kepercayaanmu, biarkan mataku bersinar dengan kesedihan, biarkan tawaku bersinar dengan rayuan! (Amir Hamzah) Dalam puisi tersebut kita menemukan kata-kata berikut. 1. Senja yang redup, bulan purnama terbit, Di bawah kursimu, terang seperti bintang, menyalakan lilin, hatiku terbuka, seperti sedap malam yang melebarkan kelopaknya, sehingga mataku bersinar sedih saat bersinar; kata-kata ini membangkitkan imajinasi melalui penglihatan. 2. Angin, panas, bertiup lemah, mendinginkan tubuh; kata-kata ini membangkitkan imajinasi melalui sentuhan. 3. Tawaku menggoda; membangkitkan imajinasi melalui pendengaran. 99 Bab 4 Bahasa Indonesia

Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk Kelas Viii By Wico Wicaksono

Dengan kata-kata tersebut, penyair ingin menggambarkan keadaannya ketika berdoa kepada Allah SWT. Dia menyebut dirinya orang yang lemah. Namun, ia juga merasakan suasana damai. Bahkan dengan kata-kata tersebut, penyair menunjukkan keinginannya agar Tuhan memenuhi seluruh hatinya. Bahkan melalui kata-kata ini Anda dapat dengan jelas membayangkan besarnya cinta, keinginan, dan pengabdian sang penyair kepada Tuhannya. Kegiatan 4.2 A. Dengarkan puisi berikut. Teman Anda akan membacakannya untuk Anda! Serenade Hijau oleh W.S. Rendra, aku sedang memacu kudaku. Aku memacu kudaku ke arahmu. Saat bulan menyambut malam dengan salam dan kedamaian, ia bergelantungan di dahan. Kenangan akan kerinduan terucap sepanjang aliran sungai, dan ratapan menggema dari bebatuan yang tenggelam. Saya sedang balapan kuda. Aku memacu kudaku ke arahmu. Dan saya membayangkan Anda menunggu saya sambil mengepang rambut panjang Anda. (www.purbika.com) 100 SMP/MT Kelas VIII

Baca Juga  Arus Listrik Hanya Akan Mengalir Pada Rangkaian

B. Bentuklah kelompok kemudian diskusikan! 1. Pidato apa saja yang terdapat dalam puisi “Serenade Hijau”? 2. Bagaimana ritme yang disajikan di dalamnya? 3. Tunjukkan kata-kata yang berkonotasi dalam puisi “Serenade Hijau”. Jelaskan juga arti setiap kata. Konotasi makna kata 4. Apakah terdapat simbol dalam puisi “Serenade Hijau”? Jika iya, jelaskan maksudnya! Q. 1. Diskusikan, perhatikan imajinasi dalam puisi. Tuliskan kata-kata tersebut dalam format berikut; lalu rangkum dampak yang ditimbulkannya. 2. Laporkan hasil diskusimu pada forum diskusi kelas untuk mendapat tanggapan dari temanmu. Imajinasi Auditori Imajinasi Visual Imajinasi Taktil Kesimpulan…. TUGAS INDIVIDU 1. Simbol-simbol yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, baik berupa warna, gambar, dan sebagainya. Warna merah melambangkan “keberanian” atau palang merah melambangkan “kemanusiaan”. Carilah contoh simbol-simbol lain yang familiar dalam kehidupan komunitas Anda. Jelaskan arti dari masing-masing simbol tersebut! 2. Simbol juga dikenal dalam bidang ilmu tertentu. Dalam ilmu alam (kimia) atau matematika. Ini menggunakan banyak simbol. Gambarlah beberapa simbol yang berkaitan dengan ilmu ini dan juga ilmu-ilmu lainnya (pelajaran)! 101 Bab 4 Bahasa Indonesia

B. Meringkas Isi Puisi Setelah mempelajari materi ini, diharapkan anda mampu: Meringkas isi puisi dan mengenali jenis-jenisnya. 1. Isi puisi Bacalah puisi berikut dengan cermat. Senja di pelabuhan kecil untuk Sri Ayati Kali ini, tidak ada yang mencari cinta di antara gudang, rumah tua, di cerita kolom dan tali-temali.

Satelit planet jupiter, satelit planet uranus, planet yang tidak memiliki satelit adalah, satelit planet kita dinamakan, nama nama satelit planet, satelit setiap planet, lengkapi tabel berikut, planet satelit, planet dengan satelit terbanyak, planet yang memiliki satelit, tabel planet, jumlah satelit planet