Magetan

Beri Sanksi Push Up Pengunjung dan Pemilik Usaha

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Aktivitas ngopi di warung sebaiknya ditinggalkan sementara waktu selama PPKM Darurat. Karena bila ketahuan petugas bisa-bisa dikenai sanksi. Bukan hanya penjualnya, tapi juga pengunjung.

Selama PPKM darurat seluruh tempat usaha kuliner, termasuk kedai kopi, hanya boleh melayani take away alias pesanan dibawa pulang. ‘’Tidak boleh dine in atau makan minum di tempat,’’ kata Kabid Penegakan Perundangan Satpol PP dan Damkar Magetan Fery Yoga Saputra, Senin (19/7).

Sayangnya, tak semua warga dan pelaku usaha mematuhi aturan tersebut. Korps penegak perda sempat merazia sejumlah tempat usaha kuliner di seputar wilayah kota. Mulai dari kawasan seputar Stadion Yosonegoro, Jalan Samudra, Kelurahan Selosari, hingga alun-alun.

Hasilnya, didapati enam tempat usaha kuliner masih melayani dine in. Seluruh pemilik usaha diberi teguran. ‘’Tempat usaha kuliner kan masih diperbolehkan buka selama PPKM darurat. Asalkan hanya melayani take away,’’ tegas Fery.

Tak hanya menindak pelaku usaha, petugas juga memberi sanksi disiplin kepada enam warga. Keenam pelanggar kedapatan asyik menyeruput kopi di salah satu kedai kopi. Mereka dihukum push-up dan diedukasi untuk tidak lagi nongkrong di kedai selama PPKM darurat berlangsung. (fat/c1/naz/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button