Madiun

Berenang di Kali Madiun ’’Belum Dilarang’’

Rawan, Kali Madiun zonder Papan Peringatan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Insiden tenggelamnya pelajar di Kali Madiun Selasa sore (9/6) patut menjadi evaluasi semua pihak. Agar lebih meningkatkan kewaspadaan dan mengupayakan pencegahan. Boleh jadi, pemberitahuan secara tertulis diabaikan. Namun, akan lebih tidak diperhatikan jika di sepanjang anak sungai Bengawan Solo itu zonder papan larangan bermain atau berenang.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Madiun Yanu Budilarto membenarkan nihilnya papan peringatan di Kali Madiun. Berkaca dari peristiwa tenggelamnya pelajar kemarin, BPBD perlu mengoordinasikannya dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. ‘’Perlu dipasang peringatan. Entah berupa papan atau banner berisikan larangan bermain atau berenang di sekitar Kali Madiun,’’ terangnya.

Koordinasi dengan BBWS Bengawan Solo mendesak. Sebab kini sudah memasuki masa libur sekolah. Pun, sejak beberapa bulan pandemi, para pelajar banyak menghabiskan waktu di rumah. ‘’Secepatnya kami koordinasikan,’’ katanya.

Yanu memperingatkan, siapa pun tak dibenarkan bermain atau berenang di Kali Madiun. Berapa pun tingkat kedalaman seiring kondisi cuaca kemarau sekarang ini. Petaka yang menimpa pelajar itu terjadi di palung yang tampak permukaan airnya tenang, ternyata cukup dalam. ‘’Tingkat kedalaman di Kali Madiun berbeda-beda. Sampai kini belum ada data valid yang merangkumnya,’’ jelasnya. (mg3/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close