Ngawi

Beredar Hoaks Penutupan Pasar di Ngawi

Pemkab Pastikan Tidak Ada Instruksi Lockdown

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Kabar penutupan pasar-pasar di Ngawi pada Sabtu dan Minggu sempat beredar bersamaan merebaknya isu korona. Namun, pemkab memastikan berita itu tidak benar alias hoaks. ‘’Tidak ada instruksi seperti itu (penutupan pasar, Red),’’ kata Kepala Dinas Pedagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Ngawi Yusuf Rosyadi Kamis (19/3).

Yusuf menjelaskan, sejauh ini pemerintah pusat maupun daerah belum membuat kebijakan lockdown semua pasar. Sebaliknya, aktivitas perdagangan diharapkan tetap berjalan saat social distancing diberlakukan. ‘’Justru pasar, supermarket, minimarket, dan sebagainya harus tetap ada untuk melayani kebutuhan masyarakat sehari-hari,’’ ujarnya.

Yusuf meminta masyarakat tidak menelan mentah-mentah informasi seputar maraknya wabah korona. Sementara, terkait kondisi stok kebutuhan pokok di pasar, dia memastikan semuanya aman. ‘’Stok cukup, tapi memang ada beberapa jenis barang yang mengalami kenaikan harga,’’ ungkapnya.

Dia mencontohkan telur, harganya naik dari Rp 19 ribu menjadi Rp 24 ribu. Komoditas lain yang harganya mengalami kenaikan adalah bawang merah dan bawang putih. ‘’Beberapa jenis sayuran juga naik, tapi kenaikannya tidak banyak,’’ terangnya.

Yusuf juga memastikan, sejak isu virus Covid-19 mencuat tidak ada panic buying di masyarakat. Sebaliknya, tingkat kunjungan ke pasar tradisional dan toko-toko sempat mengalami penurunan beberapa saat setelah pemerintah menetapkan kewaspadaan terhadap Covid-19. ‘’Penurunannya (jumlah pengunjung) lumayan, 30-40 persen dari hari biasa,’’ sebutnya.

Namun, kata dia, saat ini kondisinya telah membaik. Warga sudah mulai berani datang ke pasar tradisional lagi. Untuk mengantisipasi penularan Covid-19, pihaknya melakukan beberapa upaya. Mulai menyemprotkan disinfektan, menyediakan tempat cuci tangan, hingga memberikan sosialisasi kepada pedagang dan pengunjung. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button