features

Berbagi ASI, Clara Shinta Nandiasari Pantang Pungut Biaya

Perempuan pendonor ASI di kota ini masih dapat dihitung jari. Dari yang sedikit itu terdapat nama Clara Shinta Nandiasari, warga Jalan Thamrin, Kota Madiun. Bagaimana ceritanya?

SRI MULYANI, Jawa Pos Radar Madiun

KELAHIRAN anak pertamanya dua bulan lalu menjadi momen paling membahagiakan sepanjang hidup Clara Shinta Nandiasari. Namun, di sisi lain perempuan itu sempat dibuat waswas lantaran konsumsi air susu ibu (ASI) buah hatinya yang lahir prematur tersebut terbilang minim.

Setelah tanya sana sini, seorang rekan menyarankan agar Clara rutin pumping (memompa) setidaknya dua jam sekali. Benar saja, setelah dipraktikkan, produksi ASI semakin lancar dan berlimpah. Sang anak pun konsumsi ASI-nya meningkat. Meski begitu, saban hari stok ASI Clara kerap tersisa banyak.

Sejatinya, Clara merasa sayang jika ASI hasil pumping itu dibuang percuma. Namun, dia kebingungan menanganinya. ‘’Kalau disimpan di freezer, lama-lama juga penuh,’’ ujar warga Jalan Thamrin, Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kartoharjo, tersebut.

Clara lantas memiliki ide membagikan pengalamannya di Instagram. Dalam posting-annya dia meminta ibu yang membutuhkan ASI untuk bayinya menghubungi dirinya. ‘’Kemudian ada yang kontak, bilang anaknya sangat butuh ASI. Sejak saat itu saya aktif jadi pendonor ASI,’’ terangnya.

Sampai saat ini total ada sembilan bayi yang rutin menerima ASI donor dari Clara tanpa dipungut biaya. Mereka berasal dari wilayah Madiun, Magetan, dan Ponorogo. Ibu-ibu tersebut harus datang ke rumah untuk mengambil ASI hasil pumping Clara. ‘’Masing-masing bayi mendapat 40 kantong ASIP (air susu ibu perah, Red),’’ ungkapnya. ‘’Ada catatan tanggal dan jam memerahnya,’’ imbuhnya.

ASI hasil pumping istri Handityo Nalendra itu bisa tahan 24 jam jika disimpan dalam suhu ruangan 15 derajat Celsius. Sedangkan apabila ditaruh di freezer dengan suhu -18 derajat Celsius mampu bertahan hingga empat bulan. Sementara, pada deep freezer bersuhu -20 bisa tahan enam bulan. ”Catatannya, ASI beku yang sudah dicairkan dan dihangatkan jangan dimasukkan kembali ke freezer,” tuturnya.

Mengingat anaknya berjenis kelamin perempuan, selama ini Clara hanya mendonorkan ASI-nya untuk bayi sejenis. ”Sepengetahuan saya, sesuai aturan agama, bayi-bayi yang sepersusuan tidak boleh menikah,’’ ujarnya. ‘’Tentu menjadi mahram anak saya juga,’’ imbuhnya. * (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button