Ngawi

Beran Absen Pilkades, Status Desa Jadi Ganjalan

NGAWI – Meski belum memiliki kepala desa (kades) definitif, Desa Beran, Ngawi, dipastikan tidak ikut gelaran pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tahun ini. Penyebabnya, alih status desa tersebut menjadi kelurahan tak kunjung ada kejelasan. ‘’Sampai saat ini statusnya masih desa. Kami tidak ingin terjadi konflik jika nanti ikut menggelar pemilihan (kepala desa),’’ kata Bupati Budi ‘Kanang’ Sulistyono.

Kanang menjelaskan, sejak masa kerja kades sebelumnya habis lima tahun silam, pucuk pimpinan Desa Beran masih dipegang oleh seorang penanggung jawab (Pj). Namun, dia memastikan semua unsur yang berkaitan dengan pemerintahan desa hingga sekarang masih ada. ‘’BPD (badan perwakilan desa, Red), kepala dusun, masih ada. Setiap tahun juga nerima DD (dana desa) dan ADD (anggaran dana desa),’’ paparnya.

Meski tanpa kades definitif, Kanang menyebut roda pemerintahan desa setempat maupun pelayanan kepada masyarakat berjalan normal. Di sisi lain, kata dia, sejak mendapat gelontoran DD dan ADD yang fantastis, semangat pemkab mengubah statusnya menjadi kelurahan menurun.

Kanang juga sempat menyinggung soal tanah bengkok kades. Menurutnya, hasil pengelolaan tanah bengkok tersebut juga bisa menjadi tambahan kekuatan untuk pembangunan desa setempat. Apalagi, selama ini kadesnya dijabat oleh seorang Pj. ‘’Yang pasti, masyarakat tidak terlalu mempermasalahkan tahun ini tidak ada pilihan (pilkades, Red),’’ tegasnya.

Meski begitu, Kanang berjanji bakal mengevaluasi lagi upaya perubahan status desa tersebut. Apakah akan tetap didorong menjadi kelurahan atau tetap berstatus desa seperti sebelumnya. ‘’Akan dievaluasi lagi periode setelah ini (pilkades serentak, Red),’’ ujarnya.

Informasi yang diperoleh Radar Ngawi, upaya alih status Desa Beran menjadi kelurahan muncul setelah jajak pendapat 2014 lalu. Kala itu, proses pembangunan desa setempat disebut kurang terlihat sehingga ada upaya pemdes menjadikan kelurahan.

Di saat bersamaan, ada gelaran pilkades serentak. Sedianya, Desa Beran kala itu ikut menggelar pilkades. Namun, akhirnya ditunda lantaran sedang ada jajak pendapat yang hasilnya mayoritas warga setempat menginginkan statusnya berubah menjadi kelurahan. Sayangnya, setelah rencana itu diusulkan ke pemprov, hingga kini belum ada jawaban yang jelas. Sejak itu pula pemdes setempat dipimpin seorang Pj. (tif/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close