Advertorial

Bentuk Satgas Hingga Kembangkan Desa Wisata

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Tingginya tingkat pengangguran terbuka di Ngawi mendapatkan perhatian khusus Bupati Budi ’’Kanang’’ Sulistyono. Melalui dinas perdagangan, perindustrian, dan tenaga kerja (DPPTK) setempat, Kanang berinisiatif membentuk Satgas Arjuna dan Srikandi. ‘’Arjuna menyampaikan informasi lowongan kerja ke desa-desa dan Srikandi ke sekolah-sekolah,’’ kata Kepala Disdagperintaker Ngawi Yusuf Rosyadi Minggu (31/1).

Yusuf menjelaskan, Kanang juga rutin menggelar job fair tiap tahun di Pendapa Wedya Graha. Sekali penyelenggaraan melibatkan 30 hingga 45 perusahaan. Tidak sedikit di antaranya yang langsung mengadakan seleksi di tempat hingga mampu menyerap ratusan dari ribuan pencari kerja yang datang.

Untuk mengurangi angka pengangguran, digelar pula pelatihan rias pengantin, jahit, bengkel, dan sebagainya di balai latihan kerja (BLK). ‘’Ribuan warga yang kehilangan aktivitas akibat lahan pertaniannya terdampak tol juga diberi pelatihan di sektor informal,’’ tambahnya.

Bupati yang akrab disapa Mbah Kung itu, lanjut Yusuf, juga memiliki berbagai terobosan di bidang industri dan perdagangan. Salah satunya dengan memunculkan desa wisata Ngubalan di Banjarbanggi dan Bangunrejo Kidul. Di dua desa itu pengunjung bisa melihat proses produksi aneka kerajinan kayu.

Mbah Kung juga membantu produk UMKM dengan membuat rumah kemasan. Di sana pelaku usaha kecil bisa berkonsultasi terkait pengemasan produk yang menarik. Produk unggulan dari masing-masing kecamatan juga disediakan gedung khusus untuk menampilkannya. ‘’Tempatnya di Dekranasda Jalan Raya Ngawi-Caruban,’’ tuturnya.

Terbaru, Mbah Kung membangun Ngawi Street Food (NSF) dan trotoar Kartonyono. NSF untuk pusat kuliner lokal Ngawi, sedangkan trotoar Kartonyono untuk menggelar berbagai event seperti pameran batik, bonsai, kerajinan, dan lainnya. ‘’Juga bisa untuk bersantai, mencari inspirasi, sampai rapat kecil,’’ ujar Yusuf.

Sementara, di bidang perdagangan, selama masa pemerintahannya Mbah Kung telah berhasil merenovasi 17 dari 20 pasar yang ada. Pun, memunculkan program Non Tunai Andalanku (Nakula) dan delivery order di sejumlah pasar hingga menjadi rujukan daerah lain. Ada pula Tukang Jujur Melalui Tertib Ukur (Kanang Jitu) untuk pedagang. ‘’Sampai dapat penghargaan pasar tertib ukur dari Kementerian Perdagangan,’’ pungkasnya. (odi/c1/isd/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button