Pacitan

Bendera Hitam ”Permalukan” Kapolsek-Bhabinkamtibmas

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Ada yang berbeda dari apel pagi jajaran Polres Pacitan pada Senin (1/2). Tiga kapolsek, yakni Pacitan (kota), Kebonagung, dan Sudimoro, ”dihadiahi” bendera hitam. Bukan penghargaan. Sebaliknya, bendera mini itu simbol lemahnya kinerja menangani kasus korona. ‘’Agar ada rasa malu,’’ kata Kapolres Pacitan AKBP Wiwit Ari Wibisono.

Selain penularan korona tinggi, operasi yustisi di tiga wilayah tersebut rendah. Pun kurang aktif membantu penanganan korona. Pihaknya bakal mengevaluasi saban bulan. Bahkan, tak segan mempertimbangkan mutasi para kapolsek yang beberapa kali mendapat bendera hitam. ‘’Sementara kami semangati dulu agar berubah dan lebih baik bulan berikutnya,’’ ujarnya.

Menurut kapolres, tingginya angka penularan semestinya dibarengi kinerja tinggi para kapolsek. Di kota, misalnya, jadi pusat penularan tertinggi sekabupaten. Dia berharap jajaran polsek kian aktif bergerilya memastikan prokes dijalankan. ‘’Polsek kota seharusnya bisa lebih bagus, personelnya juga harus lebih aktif, bukan kalah dengan polsek lain,’’ jelasnya.

Selain kapolsek, Wiwit juga ”menghadiahi” bendera hitam pada salah satu bhabinkamtibmas Kebonagung. Yang bersangkutan dinilai tak aktif membantu pemerintah menangani pandemi. Sedangkan bhabinkamtibmas Tulakan mendapat penghargaan terbaik. ‘’Padahal wilayah Tulakan pegunungan, sulit sinyal. Tapi bhabinnya mau aktif, sementara lainnya kalah,’’ ungkapnya.

Dia berharap bendera hitam tersebut jadi bahan evaluasi bagi para petugas di lapangan. Pun aktif mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjalankan prokes. Juga harus jadi contoh penerapan 3M. ‘’Satu contoh lebih berarti daripada seribu arahan,’’ pungkas Wiwit. (gen/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close