Ngawi

Belum Sempat Ditempati, Rumah Bejo Suryani Keburu Ambruk

Genting Berjatuhan Disertai Suara Bergemuruh

Bejo Suryani sedang tidak beruntung. Rumah kayu milik pria itu rata dengan tanah usai diterjang angin kencang, Kamis petang (7/11). Kini, dia hanya bisa berharap bantuan pemerintah untuk meringankan bebannya.

======================

SUGENG DWI, Ngawi, Jawa Pos Radar Ngawi

RUMAH kayu milik Bejo Suryani tak lagi tegak berdiri. Bangunan itu kini rata dengan tanah. Genting pun pecah berantakan. Sebagian kayu jati untuk atap dan panyangga ikut patah. Padahal, rumah itu baru didirikan beberapa hari lalu.

Belum sempat ditempati, Bejo harus membangun kembali rumahnya. ‘’Rencananya mau pindah ke sini. Baru saya cicil rangka dan genting, tinggal pasang dinding, tapi ambruk duluan,’’ ujar Bejo.

Rumah di Dusun Ngablak, Pacing, Padas, tersebut menjadi salah satu korban keganasan angin kencang petang itu. Bejo yang kala itu tengah berobat ke Solo bersama Sumini istrinya kaget bukan kepalang saat mendapati rumahnya roboh. ‘’Sebelumnya kami indekos di Desa Munggut,’’ katanya.

Ya, sejak menikah Bejo belum memiliki rumah sendiri. Baru setelah menabung puluhan tahun dia memiliki modal untuk membangun rumah. Kayu jati dan fondasi setinggi setengah meter dicicil satu demi satu.

Dibantu warga sekitar, pria 60 tahun itu memilah sisa material rumah. Tiang kayu serta atap dipinggirkan. Sisa-sisa pecahan genting dibuang. ‘’Mungkin ada Rp 20 jutaan buat bangun lagi,’’ ungkapnya sembari berharap uluran pemerintah untuk meringankan bebannya.

Hujan disertai angin kencang Kamis petang terbilang mengerikan. Seorang perempuan yang tinggal di sebelah rumah Bejo tahu betul detik-detik robohnya bangunan itu akibat angin kencang. ‘’Kencang sekali anginnya. Awalnya genting berjatuhan disertai suara bergemuruh, lalu rumah ambruk,’’ kenangnya. *** (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button