Pacitan

Belum Genap Sebulan sejak Selesai Dibangun, Longsor Hantam Sekolah Satap

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Puluhan siswa SDN 2 Karanggede dan SMPN 4 Arjosari Satu Atap (Satap) sepertinya bakal sulit belajar di tempat baru. Sebab, gedung yang baru selesai dibangun Desember tahun lalu dihantam longsor Minggu (5/1). Bangunan sembilan kelas relokasi proyek Waduk Tukul itu juga belum sampai ditempati karena menunggu boyongan.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan Daryono mengatakan, longsoran menghantam dinding belakang dua bangunan kelas. Meski tidak sampai ambrol, tapi sejumlah kaca pecah karena tidak kuat menahan reruntuhan tanah. Sebagian atapnya juga tersingkap. ‘’Nanti ada perbaikan karena bangunan ini masih dalam masa perawatan,’’ ujarnya.

Jarak antara dinding bangunan dengan tebing cukup dekat. Terpaut dua meter dari tebing setinggi tiga meter. Cukup curam dengan elevasi lebih dari 45 derajat. Kendati demikian, Daryono meyakini gedung satap masih aman untuk kegiatan belajar-mengajar (KBM). Pihaknya berupaya mengantisipasi agar peristiwa serupa tidak terulang. Lewat pengerukan tebing yang curam tersebut. ‘’Selain tebing, longsor karena curah hujan tinggi,’’ ungkapnya.

Peristiwa longsornya gedung satap itu mendapat atensi wakil rakyat. Sekretaris Komisi II DPRD Pacitan Tejo Kusmoro berencana meninjau sekolah. Dindik juga bakal dipanggil untuk dimintai keterangannya. ‘’Kami akan menggali perencanaan, pemilihan lokasi, dan studi kelayakan bangunan,’’ katanya.

Menurut Tejo, banyaknya sekolah rusak imbas bencana alam masuk kategori kejadian luar biasa (KLB). Dindik diminta mencermati kondisi bangunan sekolah di kabupaten ini. ‘’Persoalan layak tidaknya lokasi ditempati, saya yakin sudah dipertimbangkan. Meski tidak bisa menyalahkan, tapi kejadian ini tentu jadi catatan tersendiri,’’ paparnya. (gen/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button