Ngawi

Belum Ada Solusi Jitu Antisipasi Dampak Banjir dan Angin Kencang

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Banjir dan angin kencang nyaris saban musim penghujan rutin menyambangi Ngawi. Namun, hingga kini pemkab setempat tampaknya belum memiliki solusi yang benar-benar jitu untuk mengantisipasi dampak kerugiannya.

Bupati Budi ’’Kanang’’ Sulistyono mengatakan, bencana banjir yang hampir setiap tahun melanda wilayahnya itu merupakan kiriman dari daerah hulu Sungai Madiun dan Bengawan Solo. ‘’Yang kami lakukan selama ini selalu koordinasi dengan wilayah hulu. Ketika ada banjir yang mengancam, warga langsung kami beri peringatan,’’ ujarnya Selasa (10/11).

Kanang menyebut, selama ini kalangan petani merupakan kelompok yang paling terdampak bencana banjir. Terutama yang tinggal di kawasan rawan. ‘’Makanya, kami minta mereka mengasuransikan lahannya agar jika terdampak banjir mendapat ganti rugi,’’ tuturnya.

Selain mengimbau agar warga waspada, pemkab juga menyiapkan anggaran untuk menangani dampak bencana banjir. ‘’Semua include di BTT (belanja tidak terduga, Red). Nilai totalnya memang besar, tapi untuk banjir saja tidak sampai Rp 10 miliar,’’ papar Kanang.

Sementara, soal angin kencang yang juga kerap melanda Bumi Orek-Orek, Kanang menyebut kemunculannya sulit diprediksi. Celakanya, pepohonan bambu yang dulu banyak tumbuh di Ngawi kini semakin berkurang. ‘’Maka dari itu, walaupun sekarang pembangunan di desa meningkat, kami minta agar tameng angin tersebut (pohon bambu, Red) tidak ditebangi,’’ pungkasnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button