AdvertorialMejayan

Belasan Titik Dinormalisasi Minimalkan Potensi Banjir

Keruk Lumpur Lebarkan Sungai

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Banjir dahsyat tahun lalu di Kabupaten Madiun haram terulang. Pemkab berusaha mencegahnya dengan menormalisasi sungai yang bersifat darurat. Sasarannya sungai yang mengalir di lima desa di tiga kecamatan.

Di luar itu, tahun ini juga ada normalisasi rutin sungai dan saluran pembuangan air di sembilan titik yang tersebar di lima kecamatan. ‘’Kami keruk endapan lumpur, dan sungai yang menyempit dilebarkan,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun Gunawi Senin (23/11).

Normalisasi darurat penanggulangan banjir di tiga desa (Kecamatan Madiun) dan masing-masing satu (Wonoasri dan Saradan). Total sepanjang 5,5 kilometer. Sementara, delapan aliran air yang telah rampung dinormalisasi rutin 5,2 kilometer. Perinciannya, tiga sungai, empat saluran pembuangan, dan satu avur. Sementara, satu yang masih diproses sungai di Desa/Kecamatan Wonoasri (selengkapnya lihat grafis). ‘’Kami menggunakan alat berat dan tenaga manusia untuk finishing-nya,’’ ujarnya.

Gunawi menyebut, penentuan lokasi normalisasi tidak asal. Survei dan kajian lapangan terlebih dulu dilakukan. Sebelum pelaksanaan kegiatan, pihaknya berkoordinasi dengan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD). ‘’Titik yang dinormalisasi pakai skala prioritas wilayah langganan banjir,’’ ucapnya sembari menyebut normalisasi secara bertahap karena anggaran terbatas.

Gunawi ambil contoh normalisasi di Sungai Bronjong, Desa Sendangrejo, Kecamatan/Kabupaten Madiun. Sungai itu sering meluap saat hujan lebat. Air menggenangi permukiman, jalan, dan area persawahan. ‘’Banjir erat kaitannya dengan curah hujan. Tapi, setidaknya kami berupaya meminimalkan dengan normalisasi. Kapasitas menampung air jadi bertambah,’’ paparnya. (den/c1/cor/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button