Madiun

Belasan PKL Pasar Sleko Wadul ke Dewan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Belasan pedagang kaki lima (PKL) Pasar Sleko yang tergabung dalam Paguyuban Sido Mapan ngeluruk ke gedung DPRD Kota Madiun Senin (24/5). Mereka wadul kepada wakilnya di dewan lantaran dilarang berjualan di area Pasar Sleko.

Ketua Paguyuban Sido Mapan Susilo Yulianto mengatakan, total 19 pedagang yang dilarang mencari nafkah sejak 20 Mei lalu. Alasan pelarangan, lokasi tempat mereka buka lapak bakal direhab. ‘’Pemberitahuannya lewat lisan, tidak tertulis,’’ kata Susilo.

Sejatinya, lanjut Susilo, pedagang mafhum jika rehab tuntas kemudian diperkenankan berjualan kembali. Nyatanya, petugas menyampaikan bahwa para PKL tidak diperkenankan buka lapak selamanya di lokasi itu. Padahal, mereka telah mencari nafkah di area pasar tersebut cukup lama. ‘’Ada yang sudah puluhan tahun, bahkan ketika itu dinasnya masih dinas pasar,’’ ujarnya.

Alasan lain yang dikutip dari petugas, kepala dinas baru memiliki aturan baru. Sehingga, para PKL tidak diizinkan berjualan di lokasi tersebut. ‘’Katanya tempatnya mau direhab, tapi kok untuk selamanya nggak boleh jualan?’’ sergahnya.

Sejak dilarang, mereka tetap nekat mencari nafkah. Mereka membuka lapak di trotoar area Pasar Sleko. Karena itu, Susilo yang membawa rekan-rekannya mewakili 19 pedagang meminta solusi ke dewan. ‘’Agar kami bisa beraktivitas lagi dengan aman dan nyaman seperti sebelumnya,’’ tegas dia usai audiensi. (kid/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button