features

Belasan Penggemar Koes Plus Bersatu di KPK

Koes Plus bisa jadi merupakan band yang memiliki paling banyak penggemar di tanah air. Komunitasnya tersebar hampir di semua daerah. Pun, di Kota Madiun ada KPK. Bagaimana kiprahnya?

SRI MULYANI, Jawa Pos Radar Madiun

KOMUNITAS Pelestari Koes Plus (KPK) Kota Madiun resmi terbentuk pada 19 September 2012. Tidak sekadar wadah kumpul bagi sesama penggemar lagu-lagu kelompok musik legendaris itu, KPK sengaja membentuk sebuah band. Personelnya tidak lain sejumlah anggota yang piawai memainkan alat musik.

Kendati demikian, vokalis band KPK tidak dituntut memiliki vokal mirip personel Koes Plus. Mereka hanya berpedoman bahwa lirik lagu tidak boleh diubah. ”Intinya, sebagai penggemar berat, kami ingin melestarikan lagu-lagu Koes Plus,” kata Tri Cahyono, ketua KPK.

Hingga kini sudah tak terhitung KPK tampil menghibur para pencinta musik, khususnya penggemar lagu-lagu Koes Plus. Baik di radio maupun televisi. Tak ketinggalan undangan dari berbagai daerah mulai Kudus, Semarang, Bojonegoro, Karanganyar, Solo, Pacitan, Jogjakarta, Surabaya, hingga Jakarta. ”Biasanya kami berangkat bondho nekat. Untuk akomodasi dan lain-lain iuran,” ungkapnya.

KPK juga sempat ikut ambil bagian dalam pemecahan rekor Muri 36 jam nonstop menyanyikan lagu Koes Plus di GOR Tambaksari, Surabaya, pada 2014 silam bersamaan momen Hari Pahlawan. Kala itu KPK tampil bareng 11 grup lain. Masing-masing mendapat jatah perform tiga jam. ”Kami dapat jadwal pukul 15.00, 03.00, dan 15.00,” kenangnya.

Selama ini KPK biasa berlatih di base camp Jalan Siak, Kelurahan Pandean. Latihan dilakukan seminggu sekali karena para anggotanya memiliki kesibukan kerja. ‘’Lagu Koes Plus kan banyak. Sejauh ini belum ada 10 persennya yang sudah pernah kami bawakan,” sebut pria 57 tahun itu.

Bagi Tri, meski nada-nadanya terdengar sederhana, hampir semua lagu karya Koes Plus sulit dibawakan. Pun, tidak sedikit yang mengusung semangat nasionalisme maupun berisi petuah bijak. ”Menurut saya, Koes Plus itu menguasai semua genre musik. Hebatnya lagi, tiap kota di seluruh Indonesia ada komunitasnya,” tutur Tri. * (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button