Mejayan

Belajar di Rumah sampai 1 Juni

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Masa belajar di rumah ribuan peserta didik di Kabupaten Madiun bakal makin lama. Setelah bupati Madiun kembali menerbitkan surat edaran (SE) perpanjangan pelaksanaan kegiatan belajar di rumah sampai 1 Juni mendatang. ‘’Kebijakan baru tentang perpanjangan belajar di rumah itu berupa SE yang ditandatangani bupati pada 17 April lalu,’’ kata Jubir Posko Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Madiun Mashudi Minggu (19/4).

Awalnya, imbauan untuk belajar di rumah itu dimulai selama hampir dua pekan dari 15–29 Maret. Kemudian diperpanjang dua pekan lagi mulai 31 Maret–19 April. Namun, karena pertimbangan penyebaran Covid-19 yang kian masif, akhirnya diperpanjang lagi mulai 19 April–1 Juni.

Perpanjangan masa belajar di rumah hingga 1 Juni 2020 bagi pelajar tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA, serta jenjang pendidikan sederajat itu tercantum dalam SE Bupati Madiun Nomor 420/190/402.011/2020 tentang Perpanjangan Pelaksanaan Kegiatan Belajar di Rumah. Artinya, rentang waktu libur bagi ribuan pelajar berbagai jenjang di Kabupaten Madiun bertambah lama. ‘’Mempertimbangkan kondisi dan situasi pandemi Covid-19, masa belajar di rumah pelajar diperpanjang. Yang terbaru sampai 1 Juni,’’ papar Mashudi.

Menurutnya, kebijakan itu akan dievaluasi menyesuaikan dengan perkembangan situasi. Dia berharap pihak kantor Kemenag setempat mengikuti kebijakan tersebut. ‘’Kami juga telah mengatur tentang pelaksanaan ibadah Ramadan di saat pandemi virus korona,’’ terang pria yang juga menjabat kabag protokol dan komunikasi pimpinan itu.

Ada sejumlah poin penting dalam SE tersebut. Seperti kegiatan ibadah di masjid atau musala di wilayah zona merah hanya dilakukan oleh takmir tanpa diikuti jamaah dari masyarakat. ‘’Untuk saat ini zona merah ada di wilayah Kecamatan Geger dan Kebonsari,’’ ungkap Mashudi.

Sementara, sampai dengan kemarin peta persebaran Covid-19 di Kabupaten Madiun menunjukkan ada 537 orang dengan risiko (ODR), 248 orang dalam pemantuan (ODP), dan 10 pasien dalam pengawasan (PDP). Sedangkan, penderita positif Covid-19 ada tiga orang. Salah seorang di antaranya telah dinyatakan sembuh. Dua penderita lainnya masih menjalani perawatan di RSUD dr Soedono. (den/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close