KriminalitasMejayan

Begini Pengakuan Istri Driver Ojol Korban Pembunuhan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Polisi terus mendalami penyebab kematian Darwi Susanto. Dugaan pembunuhan yang menimpa pengontrak rumah toko (ruko) di Jalan Panglima Sudirman, Pandean, Mejayan, Kabupaten Madiun, itu pun masih misterius. Pelakunya diduga kuat Mira Hepi, istri korban. Polisi belum dapat mengungkap alat apa dan bagaimana cara Hepi menghabisi nyawa suaminya itu.

Polisi telah mengantongi hasil uji laboratorium forensik (labfor) terhadap pakaian dan alat vital Hepi. Hasilnya, tidak ada tanda-tanda cairan bekas sperma di celana dalam, baju, maupun alat kelamin Hepi. ‘’Hasil labfor menunjukkan tidak ada tanda-tanda yang mengarah ke pemerkosaan atau hubungan badan,’’ kata Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Logos Bintoro Minggu (1/9).

Hasil labfor tersebut membantah pengakuan Hepi yang diperkosa sebelum kejadian rajapati yang menimpa suaminya itu. Pengakuan tersebut, menurut Logos, merupakan halusinasi yang terus membayangi Hepi. ‘’Itu sesuai hasil pemeriksaan sementara psikologis Hepi di RSUD dr Suroto Ngawi,’’ ujarnya.

Saat ini Hepi tengah menjalani pemeriksaan ahli psikiater di rumah sakit tersebut. Hasilnya, Hepi terindikasi menderita skizofrenia paranoid. Yakni, gangguan kejiwaan yang membuat penderita merasa curiga berlebihan dan berhalusinasi. ‘’Itu hasil sementara secara lisan yang kami dapatkan dari ahli yang memeriksa Hepi,’’ ungkapnya.

Menurut Logos, orang dengan gangguan tersebut memiliki tenaga layaknya lima orang laki-laki. Hal itu menggugurkan keraguan kekuatan Hepi untuk membunuh suaminya. Mengingat, secara fisik, kalah jauh. ‘’Awalnya kami sempat ragu mungkinkah perempuan bisa mengalahkan laki-laki. Ternyata, hasil sementara ahli kejiwaan menunjukkan seperti itu,’’ tuturnya.

Alasan lain yang menguatkan Hepi pelakunya, dua hari sebelum kejadian adalah waktu Hepi kontrol ke dokter jiwa. Namun, terlambat dan tidak dilakukan. Sehingga, efeknya Hepi berbuat di luar kendali. ‘’Tapi, kami masih menunggu hasil resmi dari psikiater,’’ katanya.

Sembari menunggu, pihaknya terus mencari petunjuk baru. Namun, tidak juga menemukan petunjuk misteri pembunuhan tersebut. ‘’Alatnya apa, kami juga menunggu pemeriksaan tim dokter,’’ imbuhnya.

Logos memastikan tetap melanjutkan perkara ini hingga ke meja hijau meskipun nantinya hasil akhir pemeriksaan tim psikiater menyatakan Hepi mengalami gangguan jiwa. Hepi tetap menjalani persidangan. ‘’Peluang terbit surat penghentian penyidikan perkara (SP3) itu ada. Tapi, bukan SP3 penyelidikan. Melainkan pengadilan yang memutuskan,’’ bebernya. (kid/c1/sat)    

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button