Magetan

Beda Jadwal Vaksinasi Nakes

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Layanan kesehatan di Magetan tidak serentak menggelar vaksinasi Covid-19 tahap pertama hari ini. Penyuntikan serum antikorona itu disesuaikan dengan kondisi fasilitas kesehatan (faskes) masing-masing. ‘’Sudah ada penjadwalan tersendiri,’’ kata Ketua Penanganan Covid-19 Magetan Didik Setyo Margono Rabu (27/1).

Didik menerangkan, waktu dimulainya penyuntikan vaksin kepada tenaga kesehatan (nakes) berbeda dengan anggota forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda). Mulai rumah sakit hingga puskesmas telah membuat jadwal khusus yang menyesuaikan kemampuannya. ‘’Yang jelas pelaksanaannya tidak berselang lama dengan kickoff vaksinasi forkopimda dan tokoh masyarakat besok (hari ini, Red),’’ ujarnya.

Kemarin 24 faskes mengambil vaksin secara bergiliran dari gudang dinas kesehatan (dinkes). Jumlah dosis antara satu puskesmas dengan lainnya berbeda disesuaikan jumlah nakesnya. Puskesmas Panekan terbanyak dengan 80 dosis (selengkapnya lihat grafis). ‘’RSUD Sayidiman dan RSAU dr Efram Harsana dapat alokasi 100 vaksin untuk tahap I,’’ tuturnya.

Sementara, adanya jeda sehari antara kedatangan vaksin Selasa (26/1) dengan kickoff digunakan untuk menggelar simulasi. Uji coba di Pendapa Surya Graha melibatkan tiga vaksinator dari dokter Puskesmas Candirejo. ‘’Simulasi ini agar tidak ada kesalahan dalam penyuntikan vaksin,’’ terang Didik.

Tujuan simulasi juga untuk menyesuaikan persiapan dengan petunjuk pelaksanaan dan teknis dari Kementerian Kesehatan. Antara lain, empat meja untuk pendaftaran, skrining, penyuntikan, dan terakhir edukasi. ‘’Skrining untuk mengecek kesehatan calon penerima vaksin. Jika memiliki kontraindikasi, maka kemungkinan tidak bisa menerima vaksin,’’ ungkapnya.

Setelah disuntik, penerima vaksin diminta untuk tinggal selama setengah jam. Tempo itu untuk memantau dan mengetahui ada tidaknya tanda awal kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI). ’’Setelah itu diberikan kartu vaksinasi,’’ lanjut Didik.

Dia menegaskan bahwa 10 calon penerima vaksin hari ini tidak memiliki riwayat penyakit kontravaksin. Seperti penyakit jantung, ginjal, hipertensi, HIV, bahkan Covid-19. ‘’Nah, untuk nakes ini juga sudah diperhitungkan. Setidaknya skrining harus lolos agar pemberian vaksin tepat sasaran,’’ tandasnya. (fat/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button