Ngawi

Bayi Dibuang di Teras Rumah Warga

RUMAH Sukatmi di Dusun Banjarejo, Gendingan, Widodaren, pada Sabtu lalu (2/11) mendadak ramai dikunjungi warga. Tak hanya penduduk desa setempat, tak sedikit yang berasal dari luar daerah. Itu terjadi setelah di teras rumahnya ditemukan sesosok bayi. ‘’Banyak yang tanya dan ingin mengadopsi,’’ ujar Sukatmi.

Bayi berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan Sukatmi tergeletak di teras rumahnya sekitar pukul 03.30. Bermula saat perempuan itu hendak salat Subuh. Dia mendengar suara tangisan. Lalu, meminta Sukardi suaminya mengecek sumber suara tersebut.

Tak disangka, saat pintu dibuka didapati sesosok bayi lengkap dengan sejumlah peralatan tidur. Juga tas kecil tak jauh dari lokasi tersebut. ‘’Langsung saya carikan susu ke tempat tetangga. Belakangan baru tahu kalau tas itu isinya susu dan perlengkapan bayi,’’ ungkapnya.

Diduga, bayi yang diperkirakan usianya belum genap seminggu itu sengaja dibuang oleh orang tuanya. ‘’Dengan suara tangisan bayi, awalnya saya kira itu bayi tetangga yang kebetulan juga baru lahir,’’ ujarnya sembari menyebut beberapa saat usai ditemukan, para tetangga berdatangan ke rumahnya penasaran dengan sosok bayi tersebut.

Sukatmi menduga bayi itu berada di teras rumahnya beberapa jam sebelum dipergoki suaminya. Pun, saat itu tubuhnya terasa dingin lantaran beberapa jam sebelumnya hujan sempat mengguyur desanya. ‘’Saya ambilkan air hangat dan membasuhnya. Nggak rewel, cuma nangis saat pertama ditemukan,’’ paparnya.

Dia menambahkan, untuk mengetahui kondisi kesehatannya, petugas polsek yang tiba dilokasi lantas membawa bayi tak berdosa itu ke puskesmas setempat. ‘’Saya ingin mengadopsi, tapi tidak tahu prosedurnya,’’ ucap Sukatm.i

Sukardi menambahkan, beberapa saat usai ditemukan, sejumlah warga sempat mencari keberadaan orang tua bayi itu. Hasilnya, di jalur Gendingan-Ngrambe tak jauh dari desanya didapati bekas jejak kaki di area persawahan setempat. ‘’Tapi, orangnya tidak berhasil ditemukan,’’ ujarnya. (gen/isd)

Buru Pelaku, Cari Data di RS dan Bidan

DIRAWAT: Usai ditemukan kini bayi tanpa identitas tersebut tengah dirawat di puskesmas widodaren.

POLISI kesulitan mengungkap pelaku pembuangan bayi di Dusun Banjarejo, Gendingan, Widodaren. Pasalnya, tak ada identitas maupun petunjuk kuat lainnya yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP).

Korps baju cokelat juga menemukan kejanggalan lantaran bayi ditinggal dengan beberapa perlengkapan mahal. ‘’Ada sabun, minyak, baju, handuk, dan susu. Mungkin bisa untuk kebutuhan satu bulan,’’ ujar Kapolsek Widodaren AKP Munaji.

Munaji menduga, pelaku sebelumnya telah dilakukan survei lokasi. Juga mengetahui kebiasaan keluarga Sukardi, warga yang rumahnya ‘’dititipi’’ bayi tersebut. ‘’Mungkin pelaku berharap bayi itu dirawat dan dibesarkan menjadi anak saleh,’’ katanya sembari menyebut Sukardi merupakan seorang pemuka agama.

Hasil olah TKP, kata dia, diduga bayi tersebut dibawa menggunakan mobil. Pelaku berhenti di jalur Gendingan-Ngrambe tak jauh dari rumah Sukardi. Lalu, berjalan kaki melewati pematang sawah. ‘’Yang terdekat memang lewat situ, kalau melalui jalan desa harus memutar,’’ imbuhnya.

Munaji menyebut, pihaknya bakal berkoodinasi dengan rumah sakit (RS) dan bidan untuk mencari jejak pelaku. Pasalnya, hasil pemeriksaan medis, bayi tersebut diperkirakan berusia kurang dari tujuh hari. ‘’Untuk menemukan orang tuanya b mungkin butuh waktu lama,’’ ujarnya.

Sugiharti Amanati, koordinator Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) Puskesmas Widodaren, membenarkan adanya temuan bayi tersebut. Saat ini bayi itu masih menjalani perawatan di ruang khusus.

Dari hasil pemeriksaan medis, kata dia, saat dibawa ke puskesmas pada Sabtu lalu (2/11) sekitar pukul 08.20, bayi seberat 2.5 gram dan panjang 49 sentimeter itu dalam kondisi sehat. ‘’Berat badannya memang kurang, tapi dilihat dari pemeriksaan lainnya seperti kulit, tangisan, dan refleks hisap tergolong sehat,’’ bebernya.

Dia menambahkan, dari kondisi tali pusar dan tanda lainnya, bayi tersebut diduga hasil persalinan medis. Namun, Suharti ragu bayi itu berasal dari sekitar wilayah Widoderan. ‘’Dirawat di sini (puskesmas, Red) dulu sampai batas waktu tak ditentukan,’’ tuturnya. (gen/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button