Ponorogo

Bayi Bakal Disuntik Vaksin PCV

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Bayi di Indonesia bakal semakin sering mendapat suntikan imunisasi. Sebab, ada vaksin baru untuk mencegah pneumonia atau infeksi akut yang menyerang paru-paru. Nah, Ponorogo termasuk pilot project (proyek percontohan) pemberian pneumococcal conjugate vaccine (PCV) itu. ‘’Kita beruntung mendapat kesempatan karena harga vaksin PCV cukup mahal,’’ kata Kabid Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo Heni Lestari, Jumat (1/10).

Heni menyampaikan, enam daerah di Jatim juga menjadi pilot project vaksin PCV. Yakni, Kota/Kabupaten Malang, Kota/Kabupaten Kediri, Gresik, dan Jember. Pneumonia disebabkan virus, bakteri, atau jamur. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, penyebab pneumonia terbanyak dari bakteri streptococcus pneumoniae atau biasa disebut pneumokokus. Penularannya melalui droplet (percikan) ketika batuk atau bersin. ‘’Pneumonia menjadi salah satu penyebab kematian bayi,’’ terang Heni.

Vaksinasi PCV pada bayi sebanyak tiga kali. Yakni, pada usia dua bulan, tiga bulan, dan satu tahun. Vaksin imunisasi PCV berbarengan dengan imunisasi DPT-HB-Hib untuk mencegah penyakit pneumonia yang disebabkan haemophilus influenzae tipe b (Hib). Heni menyebut dua suntikan langsung di lengan kanan dan kiri. Pemberian dobel vaksin itu hanya untuk vaksin pertama dan kedua. ‘’Sudah masuk jadwal imunisasi untuk bayi,’’ ujarnya.

Heni menyebut, vaksin PCV diberikan ke balita yang lahir April lalu. Jadwal pemberian vaksinnya mulai Juni. Sejauh ini belum muncul laporan tentang kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI). Petugas dinkes getol menyosialisasikan vaksin jenis baru itu demi membentuk kekebalan paru-paru. Pun, Covid-19 menyerang paru-paru. ‘’Gejala pneumonia itu berupa demam, batuk, dan sulit bernapas karena adanya lendir,’’ pungkasnya. (mg7/c1/hw)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button