MadiunPolitik

Bawaslu: Tak Ada Kasus Penggelembungan Suara

MADIUN – Sementara itu, dugaan penggelembungan perolehan suara mewarnai proses rekapitulasi pemilu 2019. Kasus tersebut terjadi di TPS 23 Kelurahan Manisrejo. Di TPS tersebut perolehan suara milik PKPI diduga dipindah ke Yuliana, calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Perindo.

Berdasar data yang diperoleh Jawa Pos Radar Madiun, dari dokumen C1 TPS 23 Manisrejo PKPI mendapat 38 suara. Namun, justru ditulis 19 suara. Sisa suara lainnya kemudian digeser ke Perindo.

Temuan itu sempat dilaporkan oleh seseorang ke PPK Taman. Dari situ, kemudian Bawaslu melakukan pengecekan data di lapangan. Hasilnya, ternyata tidak sesuai dengan apa yang dituduhkan.

Ketua Bawaslu Kota Madiun Kokok Heru Purwoko mengatakan, berdasar dokumen C1 plano KPU maupun miliknya tidak tertera angka 38. Tapi, hanya tertulis huruf latin “sembilan belas”. ’’Sehingga, yang kami input yang 19 itu,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Madiun kemarin (22/4).

Dia menduga persoalan itu dipicu karena KPPS kelelahan saat melakukan proses penghitungan suara di tempat mereka. Sebab, kata dia, dari kelengkapan berita acara (BA) angka 19 itu sebenarnya merupakan hasil dari perolehan suara secara keseluruhan caleg. Tapi, justru tertulis di kolom caleg nomor 5 PKPI. ’’Sehingga ketika dijumlah secara total berikut perolehan suara parpol mencapai 38 suara,’’ ungkapnya.

Kokok memastikan angka tersebut tidak tertera di dokumen C1 miliknya. Bahkan, sudah dicocokkan dengan dokumen C1 kepunyaan KPU. Hasilnya sama. Tidak ada perbedaan seperti apa yang dituduhkan. ’’Kalau tercantum angka 38, kenapa tulisan latinnya sembilan belas. Kan aneh,’’ tanya balik Kokok.

Terkait kemungkinan persoalan itu bakal dibawa sampai ke proses penetapan KPU pada awal Mei mendatang, Kokok tak mempermasalahkannya. Namun, kata dia, secara bukti dokumen C1 yang dikantongi Bawaslu dan KPU sama. ’’Sehingga, yang kami input nanti ya 19,’’ ujar mantan komisioner KPU Kota Madiun tersebut.

Sementara itu, Komisioner KPU Kota Madiun Rokhani Hidayat masih belum bisa memberikan tanggapan terkait persoalan tersebut. Saat dikonfirmasi, dia mengaku bakal melakukan kroscek kembali. ‘’Tak cek dulu kebenarannya ya. Sebab, di dokumen C1 tidak ada coretannya,’’ katanya. (her/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button