News

Batas Laut Papua

×

Batas Laut Papua

Share this article

Batas Laut Papua – JAKARTA, – Belum semua batas laut Indonesia dengan 10 negara tetangga teridentifikasi. Penetapan batas laut memerlukan konsensus negara-negara yang bersangkutan, sehingga membutuhkan waktu yang lama. Perjanjian perbatasan harus dinegosiasikan dengan sangat hati-hati, karena setelah disetujui secara resmi, itu bersifat permanen dan tidak dapat diubah.

Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) tahun 1982 menetapkan tiga jenis batas maritim: laut teritorial, landas kontinen, dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Negara memiliki hak untuk mengklaim perairan teritorial dalam jarak 12 mil laut dari garis pangkal. Selain itu, negara ini juga memiliki klaim wilayah hingga 200 mil laut dari garis pangkal, yang meliputi dasar samudra (ZEE) dan dasar samudra (landas kontinen).

Batas Laut Papua

Wilayah maritim yang diklaim memiliki hak negara atas sumber daya alam dan kebebasan navigasi. Sumber daya di zona ekonomi eksklusif termasuk perikanan yang dikendalikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sumber daya kawasan landas kontinen, termasuk sumber daya mineral, dikendalikan oleh Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

Tuah Peta Laut Baru Indonesia

Laut teritorial 12 mil laut dari garis pangkal dimana Indonesia memiliki klaim tumpang tindih dengan 4 negara yang memiliki hak yang sama atas wilayah tersebut. Keempat negara tersebut adalah Malaysia, Singapura, Papua Nugini, dan Timor Leste.

Zona ekonomi eksklusif dan landas kontinen selebar 200 mil laut dari garis pangkal yang berhak diklaim Indonesia, sementara ada sembilan negara tetangga: Australia, Filipina, India, Malaysia, Palau, Papua Nugini, dan Thailand. . . Timor Leste dan Vietnam.

Ilustrasi kapal yang tertambat di kapal curah di Pelabuhan Tanjung Priok yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia II (Parasero) di Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Per Januari 2019, data Kementerian Luar Negeri RI menunjukkan bahwa 55,88% dari seluruh panjang batas laut Indonesia masih belum terselesaikan. 45,35% dari panjang batas zona ekonomi eksklusif dan 29,22% dari panjang batas landas kontinen juga belum selesai.

Batas Laut Dan Daratan Pulau Papua

Laut teritorial seluas 12 mil laut yang berhak diklaim Indonesia tumpang tindih dengan empat negara: Malaysia, Singapura, Papua Nugini, dan Timor Leste.

Sejak 1969, Indonesia telah menyelesaikan 18 perjanjian batas dengan delapan negara tetangga yang sebagian besar mencakup landas kontinen atau dasar laut, karena tidak ingin eksplorasi minyak berujung konflik.

Sebelumnya, nelayan biasanya hanya beroperasi di perairan teritorial dan jarang masuk ke zona ekonomi eksklusif. Nelayan sekarang dapat mengakses perairan yang jauh dari daratan, sehingga klaim di wilayah dengan ZEE yang tumpang tindih perlu ditangani. Di antara negara-negara ASEAN, Indonesia paling efektif dalam menangani masalah perbatasan.

Dalam merundingkan perjanjian batas laut, salah satu faktor yang dipertimbangkan Indonesia adalah jumlah sumber daya di wilayah tersebut, seperti minyak dan ikan, serta dari segi maritim. “Setelah kami mengumpulkan informasi itu, kami akan mengusulkan garis yang dapat ditafsirkan secara hukum. Misalnya, jika sumber daya tidak terlalu banyak, kami tidak boleh begitu ngotot (memperjuangkan hak teritorialnya). Harusnya begitu,” kata Damos Agusman, Dirjen Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri saat rapat kerja di kantornya di Jakarta, Senin (6/5/2019).

Baca Juga  Cara Memberi Bantuan Gerakan Gerak Guling Lenting

Nakhoda Kapal Tewas Ditembak Di Perbatasan Laut Indonesia Papua Nugini

Di wilayah yang batas lautnya tidak jelas, terutama di wilayah yang tumpang tindih klaim teritorial beberapa negara, terdapat potensi perselisihan antar negara mengenai pengelolaan sumber daya asli mereka. Penegakan hukum akan lebih mudah jika batas laut jelas.

“Dengan batas yang jelas, penegakan hukum tidak ada masalah. Pengelolaan sumber daya juga tidak ada masalah. Nah, kita (Indonesia) memiliki cadangan minyak di wilayah perbatasan. Jelas, kita akan lebih aman dan nyaman bekerja di sana,” ujar Damos.

“Misalnya, kami juga lebih mudah menegakkan hukum tentang kejahatan transnasional dan perdagangan manusia karena yurisdiksinya jelas. Di wilayah yang batasnya tidak jelas, yurisdiksinya juga tidak jelas,” lanjut Damos.

Namun, kerusuhan tidak terjadi di semua wilayah yang batas lautnya tidak jelas. Misalnya, Indonesia belum menandatangani perjanjian perbatasan laut dengan Timor Leste, tapi tidak pernah berkonflik dengannya. Konflik perbatasan laut dengan Filipina juga jarang terjadi.

China’s Claim On Traditional Fishing Grounds Located In The South China Sea

Hikmahanto Juwana, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, menekankan pentingnya negosiasi dan implementasi perjanjian interim antar negara yang memiliki klaim maritim yang tumpang tindih. Dalam peraturan itu, dimungkinkan untuk mengatur, misalnya, bagaimana pemanfaatan sumber daya di wilayah laut.

Pak Hikmahanto mencontohkan, Indonesia dan Vietnam sampai saat ini belum menyepakati batas zona ekonomi eksklusif atau aturan sementara yang mengatur kegiatan di zona tumpang tindih tersebut. “Oleh karena itu, nelayan Vietnam dapat menangkap ikan di wilayah yang tumpang tindih dan ini akan dianggap sebagai penangkapan ikan ilegal oleh otoritas Indonesia. Justru sebaliknya,” katanya.

Dalam klaim tumpang tindih tersebut, kedua belah pihak mengklaim memiliki hak untuk mempertahankan wilayahnya atau aktivitas nelayan. “TNI AL KRI Tjiptadi-381 merasa berhak menangkap pedagang nelayan Vietnam. Namun di sisi lain, otoritas Vietnam dan kapal Viet Nam Coast Guard (kapal pengawal kapal penangkap ikan Vietnam) mengklaim KRI Tjiptadi-381 tidak memiliki hak penangkapan Kemudian pada hari Sabtu (27 April 2019) telah terjadi tabrakan antara kapal TNI AL KRI Tjiptadi-381 dengan kapal Coast Guard Vietnam di Laut Utara Natuna” ujar Pak Hikmahanto.

Baca Juga  Faktor Prima Dari 50 Adalah

“Di bawah hukum internasional, tidak peduli siapa yang benar atau salah, siapa pun yang menyerang terlebih dahulu akan dianggap sebagai tindakan agresi,” katanya. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia telah mengirimkan surat protes atas kasus tersebut kepada Pemerintah Vietnam.

Kondisi Geografis Pulau Papua Dan Maluku Berdasarkan Peta, Ini Faktanya

13 kapal nelayan Vietnam di perairan Indonesia tenggelam di perairan Pulau Datu, Kalimantan Barat, Sabtu (5/4/2019).

“Protes tersebut bukan karena kapal nelayan dan kapal dinas Vietnam melanggar hak masuk zona ekonomi eksklusif Indonesia, karena kawasan ini masih dipersengketakan. Protes itu bertujuan agar kapal Coast Guard Vietnam KRI Tjipatdi 381 mencegah tabrakan tersebut. “ucap Hikamanto. Masyarakat harus waspada terhadap masalah kekeringan dan kebakaran lahan.

Jayapura,- beberapa wilayah di Provinsi Papua akan mengalami musim kemarau pertama yaitu awal dan pertengahan Mei. Masyarakat diimbau untuk mewaspadai lahan pertanian yang gersang dan belum dipanen serta lahan yang rawan kebakaran.

Pada Rabu (30/03/2022) Tommy Sihoming, prakiraan cuaca di Stasiun Iklim Jayapura di Jayapura, menjelaskan bahwa ada dua wilayah cuaca di Papua yang akan memasuki musim kemarau pada awal Mei, yaitu Zona Pengikut Musim 341 dan Zona Musiman 342. Sementara itu, wilayah di Zona Musiman 339 dan Zona Musiman 340 memasuki bulan kering pada akhir Mei hingga pertengahan Juli.

Ayahnya Ditangkap Saat Melaut Di Papua Nugini, Anak Di Baubau Ini Minta Bantuan Presiden Jokowi

Musim 341 meliputi kota Jayapura, Kabupaten Kerom bagian utara dan Kabupaten Jayapura bagian timur laut. Sedangkan wilayah musim 342 termasuk wilayah Kabupaten Merauke.

339 daerah musiman dengan cuaca kering dari akhir Juni hingga pertengahan Juli meliputi Kabupaten Jayapura, Kabupaten Sarmi bagian selatan dan tenggara, Distrik Tolikara bagian utara dan timur laut, serta Kabupaten Waropen bagian tenggara, dan bagian selatan dan tenggara Kabupaten Kabupaten Sarmi. Bagian timur laut Kabupaten Jayawijaya.

Wakil Wali Kota Jayapura Rustam Saroo (baju putih) dan Direktur PDAM Jayapura Antis Sutisna meninjau lokasi mata air di musim kemarau di kawasan Antrop, Kabupaten Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Senin (3/9/2020).

Adapun 340 daerah musiman yang mengalami kekeringan pada akhir Mei hingga pertengahan Juni meliputi Kabupaten Tolikara bagian selatan, Distrik Yahuquimo bagian utara dan barat laut, Distrik Jayavijaya, Distrik Puncak Jaya, dan Distrik Paniya timur laut.

Papua Barat Dari Puncak Gunung Hingga Lembah

“Datangnya musim kemarau sangat erat kaitannya dengan peralihan monsun Asia ke monsun Australia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan monsun Australia akan aktif pada akhir April 2022 dan mulai mendominasi pada Mei hingga Agustus 2022,” kata Toomey.

Baca Juga  Lagu Garuda Pancasila Memiliki Pola Irama Yang

Ia menambahkan, BMKG memperkirakan kondisi La Nina masih berlanjut hingga pertengahan 2022. Artinya, kemungkinan hujan masih akan terjadi hingga pertengahan 2022. Diperkirakan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi di Provinsi Papua ini. tahun pada bulan Juni dan Agustus 2022,” kata Tommy.

Sementara itu, Hendro Nugroho, Direktur Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jayapura, berharap pemerintah daerah dan masyarakat di daerah yang kekurangan air bersih menyiapkan sarana penampungan air selama peralihan musim hujan ke musim kemarau. . MELAKUKAN.

Selain itu, lanjut Pak Hendro, masyarakat perlu mewaspadai kemungkinan terjadinya angin kencang, hujan lebat disertai petir saat pergantian musim atau peralihan musim hujan ke musim kemarau.

Kondisi Geografis Pulau Papua Dan Malukutolong Jangan Asal Jawab Plisssssss​

“Mengevaluasi dampak peralihan cuaca kering membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan. Khususnya, petani menggunakan air secara lebih efisien,” kata Hendro. “.

Nurul Puspitasari, Deputi Koordinator Pengelolaan Data Wilayah V BBMKG Jayapura, mengatakan BMKG terus memantau wilayah-wilayah di Papua yang rawan kebakaran lahan saat musim kemarau.

“Daerah di selatan Papua sering ada titik panas seperti Asmat, Mappi dan Merauke,” ujarnya.

Jonathan Koirvoa, Direktur Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan beberapa daerah di Papua yang rawan kekeringan dan tanah kebakaran saat musim kemarau.

Terbaru Daftar Pintu Masuk Wilayah Indonesia Melalui Bandara Udara, Pelabuhan Laut Dan Pos Lintas Batas Negara

“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD Kota Jayapura yang mengalami krisis air saat musim kemarau. Masyarakat dilarang merusak kawasan hutan di sekitar sumber air. Sedangkan di kawasan Mappi, BNPB membagi alat pancar untuk padamkan,” kata Jonatan. Sebagai negara pesisir, Indonesia terdiri dari banyak pulau yang terbentang dari Sabang hingga Merauke. Namun, bisakah Anda mengidentifikasi pulau Papua dan Maluku berdasarkan peta? Mari kita telaah batas laut dan darat dalam penjelasan berikut!

Tentunya cukup berbeda dengan pulau Indonesia terpadat yang Anda ketahui, yaitu letak geografis pulau Jawa berdasarkan peta.

Mari kita lihat letak geografis Kepulauan Papua dan Maluku berdasarkan peta, mulai dari batas wilayah hingga batas darat dan laut.

Berdasarkan peta, letak geografis pulau Papua adalah 786.000 kilometer persegi. Ya, tapi itu hanya sebagian dari Indonesia.

Di Mana Tengah Tengah Indonesia Menurut Sig?

Peta batas laut indonesia, batas laut internasional, batas wilayah papua barat, batas laut, batas batas laut indonesia, batas wilayah laut, batas laut teritorial indonesia, batas laut teritorial, laut papua, batas wilayah papua nugini, batas wilayah laut indonesia, cargo kapal laut ke papua