Madiun

Batalkan Sepihak Event Charismatic Batik Festival 2019, Agus Pur ”Disidang” Dewan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pembatalan mendadak dan sepihak event oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun meruncing. Bahkan, DPRD setempat ikut cawe-cawe mengklarifikasi kejadian yang sempat jadi bahan bully para netizen ini. Sedianya acara yang diisi dengan berbagai kegiatan lomba fashion show, desain pakaian batik, dan make up itu digelar Sabtu lalu (21/12) di Ballroom The Sun Hotel.

Kamis (26/12) Kepala Disbudparpora Agus Purwowidagdo ”disidang” legislatif di ruang badan musyawarah (banmus). Klarifikasi  sempat berlangsung alot. Sendirian, Agus Pur harus menghadapi anggota komisi I dan tiga pimpinan DPRD Kota Madiun Andi Raya Bagus Miko Saputra, Istono, dan Armaya.

Wakil Ketua DPRD Kota Madiun Armaya mengungkapkan telah menerima laporan dan masukan dari 93 orang terkait pembatalan event itu. Sehingga, organisasi perangkat daerah (OPD) harus menjelaskan dengan gamblang. Apalagi pagu anggaran event itu tidak sedikit. Mencapai Rp 266 juta. ‘’Kami butuh kepastian jawaban agar masyarakat tidak bingung,’’ kata Yayak, sapaan Armaya.

Akun media sosial disbudparpora pun tidak henti-henti dibanjiri nyinyir. Sebab, banyak peserta yang telah menyiapkan segala keperluan untuk mengikuti event yang memasuki tahun ketiga itu. ‘’Katanya masalah teknis, tetap kami kejar pertimbangannya,’’ ungkapnya.

”Sidang” selama satu jam belum memuaskan para wakil rakyat. Sebab, Agus mbulet. Tak dapat menjelaskan alasan secara jelas. Agus hanya menyebut karena alasan teknis. ‘’Belum dapat kami sampaikan sekarang, secepatnya nanti kami sampaikan,’’ ujar Agus kepada awak media yang mencegatnya usai diklarifikasi dewan.

Agus enggan berkomentar banyak. Dia juga tidak dapat memastikan kapan akan menyampaikan alasan secara jelas kepada publik. ‘’Akan kami sampaikan secepatnya. Lebih cepat lebih baik,’’ kilahnya sembari menerima telepon saat diwawancara sejumlah wartawan.

Dia hanya menyebut acara itu akan diganti dengan Gebyar Batik April mendatang. Event tersebut untuk mempromosikan perajin batik motif Pecelan asli Kota Madiun. ‘’Untuk biaya persiapan seperti piala dan lain-lain sudah saya ganti rugi dengan uang pribadi. Tidak mungkin diambilkan APBD,’’ ungkapnya.

Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya menegaskan bahwa pihaknya hanya mengklarifikasi. Agar masyarakat tidak bingung dengan pembatalan itu. Apalagi hingga kini publik masih terus menanyakan pertimbangannya. Meskipun hasilnya juga tidak jelas. ‘’Jadi, kami hanya mengklarifikasi, tidak menjustifikasi,’’ sebutnya. (kid/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button