Ngawi

Baru Setahun Tekuni Panahan, Naela Sudah Panen Prestasi

Tetap Semangat meski Harus Berganti-ganti Tempat Latihan

Naela Qorry Sena pantas disebut atlet panahan masa depan Ngawi. Di usianya yang baru menginjak 9 tahun, bocah itu telah mengukir banyak prestasi. Terbaru, warga Kelurahan Margomulyo tersebut berjaya pada ajang kejuaraan nasional di Surabaya.

====================

DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa Pos Radar Ngawi

DENGAN percaya diri Naela Qorry Sena melangkahkan kaki ke arena pertandingan. Mengambil posisi berdiri tegak dengan kedua kaki sejajar. Setelah memastikan posisinya benar, bocah 9 tahun itu mencabut satu anak panah di quiver yang melilit pinggangnya.

Anak panah tersebut lantas dipasang di nocking point pada busur. Setelah beberapa saat berkonsentrasi dan sesekali mengambil napas dalam-dalam, Naela menarik string sampai menempel di pipinya. Dalam hitungan detik, anak panah pun melesat ke sasaran. ‘’Dulu waktu belum terbiasa sering lepas-lepas,’’ katanya.

Naela baru sekitar setahun menekuni panahan. Dia tergabung klub Fast Facho Archery Ngawi. ‘’Pastinya senang kalau hasil bidikan bisa tepat sasaran,’’ ucap putri pasangan Agus Lestari Yuono dan Ummu Bayyinah itu.

Meski baru seumur jagung menekuni panahan, Naela telah mengantongi berbagai trofi kejuaraan tingkat lokal hingga nasional. Terakhir dia berhasil meraih dua medali emas ajang FAST Internal Championship Stage 2 di Surabaya kategori busur compound putri SD.

Selain di Surabaya dan Ngawi, siswi kelas III SD itu juga telah menjajal kejuaraan di Sragen, Lumajang, dan Bojonegoro. Yang mencengangkan, semua berbuah medali, mulai juara III hingga I berbagai kategori. ‘’Kesulitannya kalau busur compound tarikannya lebih berat dibanding busur biasa,’’ ungkapnya.

Selama ini bocah asal Kelurahan Margomulyo, Ngawi, itu berganti-ganti tempat latihan. Mulai GOR Bung Hatta, Gedung Eka Kapti, Lapangan Brawijaya, hingga lapangan Desa Klitik. Meski begitu, semangatnya berlatih tidak kendur. ‘’Inginnya ada tempat latihan yang tetap,’’ ucapnya.

Naela terbilang bocah multitalenta. Sebelum bersinar di panahan, dia pernah meraih juara pemilihan dai cilik (pildacil) tingkat Ngawi. Selain itu, juara lomba band pelajar se-Madiun Raya. Naela juga sempat berjaya pada lomba hadrah dan polisi cilik tingkat Jatim. ‘’Kalau besar ingin jadi dokter,’’ ungkapnya. *** (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close