Mejayan

Baru Sehari, Study Tour ke Bali Disudahi

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Wabah korona (Covid-19) membatalkan rangkaian kegiatan study tour ratusan pelajar kelas XI SMAN 1 Mejayan selama tiga hari di Bali. Rombongan terdiri 306 siswa dan 14 guru pendamping itu diminta pulang Bupati Madiun Ahmad Dawami dan Cabdindik Jatim Wilayah Madiun, Sabtu lalu (14/3).

Belum genap sehari menginjakkan kaki di Pulau Dewata sejak berangkat Jumat (13/3). ‘’Dapat kabar kalau rombongan diminta pulang pas sudah sampai Tanah Lot,’’ kata Antik Widi Anugerah, salah seorang siswa, Minggu (15/3).

Rombongan tiba di sekolah sekitar pukul 11.00 kemarin. Beberapa ada yang langsung pulang dijemput orang tua. Sedangkan yang masih menunggu jemputan, raut wajahnya sulit menyembunyikan kekecewaan. ‘’Tidak apa-apa, demi keselamatan. Paling tidak sudah tahu Bali meski cuma sebentar,’’ ujarnya.

Antik mengungkapkan, perintah pulang diketahui setelah panitia mendapat telepon dari kepala sekolah. Alasannya mencegah warga Kabupaten Madiun tertular korona. Perintah tersebut sempat membuat sejumlah siswa bersilang pendapat. Ada yang setuju pulang, sementara lainnya tetap ingin study tour berlanjut. Guru pendamping lantas berunding. Hingga akhirnya disepakati untuk mengunjungi dua objek wisata dan pusat oleh-oleh. ‘’Pergi pulang tanpa menginap di hotel,’’ tuturnya.

Di sisi lain, orang tua siswa berharap panitia bersedia bertangggung jawab. Perihal urusan kesehatan siswa maupun biaya yang sudah telanjur dikeluarkan. Tuntutan itu dikeluarkan karena dua hal. Yakni, perintah pulang dengan alasan mencegah penyebaran penyakit pandemik itu tidak disikapi dengan baik. Contohnya, tidak ada petugas medis yang memeriksa kesehatan rombongan setibanya di sekolah. ‘’Karena itu, saya minta anak saya mandi air hangat dan tidak keluar dulu. Besok (hari ini, Red) ke puskesmas untuk cek kesehatan,’’ kata Setyawan Dani, salah seorang wali murid.

Alasan lainnya, pihak sekolah tetap melaksanakan study tour. Padahal, sejumlah orang tua sudah pernah mengingatkan agar kegiatan tahunan kelas XI itu dibatalkan. Mereka khawatir terhadap virus asal Wuhan, Tiongkok, itu. Terlebih objek wisata di Bali tempat berkumpul wisatawan dari berbagai daerah dan negara. ‘’Sudah ada rasa khawatir sebelumnya. Tapi, mau bagaimana lagi, anak juga ingin tahu Bali,’’ ujar warga Kelurahan/Kecamatan Mejayan, tersebut.

Rosa, wali murid lainnya, mengaku bisa lebih tenang setelah anaknya pulang. Sejak berangkat ke Bali, perasaan hatinya tidak tenang. ‘’Kepikiran anak terus,’’ katanya seraya menyebut akan memeriksa kesehatan anaknya di rumah sakit.

Sementara itu, Waka Kesiswaan SMAN 1 Mejayan Sudjati Jantri menuturkan, study tour sudah dipersiapkan jauh hari sebelumnya. Perihal mewabahnya korona, pihaknya sudah mengimbau siswa agar tetap menjaga pola hidup sehat. ‘’Ke kepala sekolah saja ya,’’ ujarnya ketika ditanya lebih jauh perihal rencana berangkat study tour.

Kepala SMAN 1 Mejayan Yayuk Nuryanto mengklaim pemberangkatan study tour sudah atas persetujuan berbagai pihak. Selain restu orang tua, pihaknya telah menggelar rapat melibatkan OSIS dan musyawarah perwakilan kelas (MPK), juga panitia penyelenggara. Karenanya, rencana study tour tetap lanjut. Sedangkan perintah pulang memang atas instruksi bupati dan Cabdindik Jatim Wilayah Madiun. ‘’Kami bersedia bertanggung jawab atas pemulangan baik dari segi kesehatan maupun administrasi,’’ klaimnya.

 

Dinkes: Kalau Tidak Sakit Kenapa Harus Diperiksa?

Tiadanya pemeriksaan kesehatan rombongan study tour SMAN 1 Mejayan sengaja dilakukan Pemkab Madiun. Meskipun alasan meminta kembali ratusan pelajar dan guru secara mendadak dari Bali itu demi mengantisipasi penyebaran korona. ‘’Kalau tidak ada yang sakit, kenapa harus diperiksa,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun Amam Santosa.

Pihaknya sebatas meminta sekolah mengingatkan siswa agar menjaga pola hidup sehat. Bila ada siswa yang merasa kurang enak badan diimbau segera periksa ke puskesmas. ‘’Kami akan tetap memantau kondisi pelajar melalui puskesmas di daerahnya masing-masing,’’ ujarnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close