Ngawi

Baru 2 Ribu Naker yang Diajukan Program BSU

Terganjal Kepemilikan Buku Rekening

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Sebanyak 7.500-an tenaga kerja (naker) di Ngawi berpeluang mendapatkan bantuan subsidi upah (BSU) dari pemerintah. Jumlah tersebut berdasarkan data naker yang terdaftar sebagai nasabah BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) kantor perwakilan setempat.

‘’Sebenarnya (jumlah nasabah BPJamsostek Ngawi) lebih, tapi dari hitungan kami potensinya ada sekitar 7.500,’’ kata Kepala Kantor BPJamsostek KCP Ngawi Tjandra Sulaksana Selasa (11/8).

Tjandra mengungkapkan, sejatinya jumlah nasabah kantornya saat ini tercatat sebanyak 10.403. Namun, tidak semuanya memiliki kesempatan mendapatkan manfaat program BSU. Misalnya, pekerja PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI Soedono yang jumlahnya sekitar 200. Mereka tidak mendapat bantuan itu karena bekerja di BUMN. ‘’Juga pekerja lain yang terdaftar dalam program kartu prakerja dan sebagainya,’’ ujarnya.

Dia mengatakan, jumlah naker yang sudah diajukan ke BPJamsostek Ngawi untuk mendapat bantuan tersebut hingga kemarin baru 2 ribuan dari sekitar 930 perusahaan yang ada di Bumi Orek-Orek. Sementara, pengajuan penerima manfaat program BSU ditutup 15 Agustus mendatang. ‘’Kami tetap berupaya untuk mengoptimalkannya,’’ tegas Tjandra.

Menurut dia, salah satu kendala hingga banyak perusahaan yang belum mengajukan nakernya itu adalah belum memiliki buku rekening. Padahal, itu menjadi syarat wajib yang harus dipenuhi calon penerima. Kendati demikian, dia optimistis dalam beberapa hari ke depan bakal bertambah signifikan. ‘’Sebelumnya baru 300-an yang mengajukan, tapi hari ini (kemarin, Red) ada tambahan sekitar 2 ribu,’’ sebutnya.

Tjandra juga bakal mengingatkan kembali perusahaan-perusahaan agar segera mengirimkan data pekerjanya. Pun, bagi yang belum memiliki buku rekening, secepatnya membuat. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close