Madiun

Barito Berjuluk Hongkong, Kanton Jadi Citandui

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Subetnis Tionghoa di Indonesia banyak berasal dari China daratan selatan. Di Kota Madiun didominasi subetnis Hokkian, Fu Qieng, dan Ghe Suk. Selebihnya, Hing Hua, Fuk Jian, dan Hainani.

Sekretaris Bakesbangpol Kota Madiun Darmawan Srivishnu mengkaji pembagian subetnis itu dalam tesisnya berjudul Proses Sosio-Akulturasi dan Asimilasi Warga Etnis Tionghoa di Kota Madiun. Namun, penelitian ilmiah 2011 silam itu tidak memerinci detail sebaran subetnis tersebut di kota ini. Lantaran kesulitan menggali dan menginventarisasi data. ”Jadi, fokus penelitiannya lebih pada proses sosio-akulturasi dan asimilasi warga Tionghoa di kota ini,’’ ujarnya.

Di kota ini, beberapa subetnis itu sempat dijadikan nama jalan. Sebut saja Jalan Progo yang di masa silam bernama Jalan Hokkian. Hokkian merupakan salah satu suku di Provinsi Fujian. Terletak di tenggara-selatan Tiongkok. ‘’Suku ini banyak tinggal dan menetap di berbagai negara Asia Tenggara,’’ kata pegiat Historia van Madioen (HvM) Andrik Suprianto.

Andrik juga melacak Jalan Kanton yang sekarang menjadi Jalan Citandui. Subetnis Kanton berasal dari Guangdong, Tiongkok Selatan. Subetnis ini lebih dikenal dengan nama Guangdong atau lebih populer Guangfu. Di Indonesia, subetnis ini dikenal dengan Konghu. Di masa lalu, Jalan Barito sempat bernama Jalan Hongkong atau Gang Tengah. ‘’Apakah subetnis terkait juga menyebar di jalan itu, kami kurang tahu,’’ tuturnya.

Andrik menjelaskan, penamaan jalan identik dengan penanda warga yang tinggal di kawasan tersebut. Pun, seluruh jalan itu merupakan kawasan pecinan di kota ini. Belum dilakukan penelitian lebih lanjut karena masih fokus mendalami asal-usul penamaan jalan secara umum. ‘’Penelitian saya tentang nama jalan di kota ini belum selesai saya tuliskan. Sebentar lagi Insya Allah,’’ ucapnya. (kid/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button