Barisan Ter-Sumuk

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Sengsara kadang membawa nikmat. Widi Handriyanto, dokter yang bertugas di RSUD dr Harjono Ponorogo, menyikapi tugas beratnya selama pandemi dengan cara jenaka. Dia menulis kalimat lucu-lucu di punggung hazmat putihnya. Widi pernah menulis BTS (Barisan Ter-Sumuk). ‘’Untuk pengalihan julukan Barisan Tukang Sogrok disingkat BTS,’’ kata dokter yang melatih petugas swab itu.

Nyaris setiap hari Widi mengunggah kalimat baru untuk status WhatsApp-nya. Goyonan-guyonan segar yang kerap membuat pembacanya nyengir kuda. Widi sengaja mendokumentasikan tulisan-tulisan itu. Ada kalimat don’t rich people difficult. Sebenarnya dia mafhum susunan kalimat itu salah. Pun, terjemahan bebasnya adalah jangan seperti orang susah. Tulisan lain berbunyi tiyang alit bobot 50 kilogram.

Widi empati dengan pasien yang opname di rumah sakit saat pandemi. Dia memotivasi mereka agar tetap semangat untuk sembuh. (mg7/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button