Madiun

Banyak Warga Luar Kota Abaikan Jam Malam

Jaring 50 Pelanggar Sepekan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan dan pembatasan jam malam rendah. Sejak Perwal 39/2020 diterbitkan 27 Agustus lalu, Satpol PP Kota Madiun mendapati tak kurang dari 50 pelanggar di lapangan.

Kasatpol PP Kota Madiun Sunardi Nur Cahyono memastikan para pelanggar kebanyakan dari luar kota. Sehingga belum paham aturan kedisiplinan yang baru diberlakukan. ‘’Dari luar kota yang banyak. Tidak mengenakan masker dan melanggar jam malam,’’ ungkapnya.

Satpol PP tak berkompromi dengan setiap pelanggaran. Banyak dari pelanggar yang disanksi menyemprot fasilitas umum menggunakan cairan disinfektan. Tiap malam, korps penegak perda dikerahkan untuk menindak masyarakat yang membandel. Keliling di berbagai tempat yang berpotensi masih ditemukan aktivitas malam lewat pukul 22.00. Seperti akhir pekan lalu, didapati sekelompok remaja dari luar kota nongkrong di fasilitas umum. ‘’Ada 13-an remaja. Itu juga dari luar daerah,’’ sebutnya.

Sunardi menekankan bakal terus menggencarkan razia sampai masyarakat patuh terhadap aturan yang baru diberlakukan. Semua dilakukan semata pencegahan persebaran Covid-19. ‘’Jam malam itu harus ditepati, pukul 22.00 harus istirahat. Kami siap menindak para pelanggar tanpa pandang bulu, sebagaimana instruksi kepala daerah,’’ tegasnya.

Selain pembatasan jam malam, pemkot juga masih menutup sepuluh akses masuk kota mulai pukul 21.00-05.00. Mulai Jalan Pahlawan, Yos Sudarso (ujung utara), Jalan Diponegoro (Patung Pendekar), Jalan Rimba Darma (Patung Pendekar), Jalan Soekarno Hatta (Pos Te’an), Kolonel Marhadi (simpang empat Pos Sriti), Agus Salim (Sleko), Jalan Mastrip (Pos Klegen), Kelapa Sari (perempatan), hingga pintu masuk Sumber Umis dari Jalan Pandan. Warga luar kota wajib menunjukkan pemeriksaan rapid test antibody atau polymerase chain reaction (PCR). ‘’Mari bersama-sama patuhi aturan. Tetap jaga kesehatan dan selalu waspada,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Sebaran Berhasil Ditekan, Enam Pasien Sembuh

GENCAR penertiban di segala lini mulai menunjukkan hasil. Penambahan kasus baru selama tiga hari terakhir (4-6/9) terpantau melandai. Dengan tingkat kesembuhan mencapai enam pasien. Jumlahnya melampaui penambahan kasus baru di tiga hari terakhir.

Pasien nomor 63, 64, dan 85 dinyatakan sembuh Jumat (4/9). Pasien nomor 66, 68, dan 87 sembuh Minggu (6/9). Pasien nomor 63 dan 64 merupakan satu keluarga asal Tawangrejo, Kartoharjo. Sembuh setelah isolasi mandiri sejak terkonfirmasi 24 Agustus. Sementara pasien nomor 85 asal Mojorejo, Taman, merupakan pegawai perusahaan yang di lingkungan kerjanya terkonfirmasi. Sembuh setelah menjalani perawatan di rumah sakit sejak 3 September. Pasien nomor 66 asal Taman sembuh setelah menjalani perawatan 25 Agustus. Pasien nomor 68 dari kelurahan sama dengan pasien nomor 66 juga sembuh setelah dirawat sejak terkonfirmasi 26 Agustus. ‘’Pasien nomor 87 asal Manisrejo, Taman, sembuh sangat cepat. Hanya dirawat tiga hari sejak terkonfirmasi 3 September,’’ kata Kabid Pengelolaan TIK Diskominfo Kota Madiun Noor Aflah.

Adapun penambahan kasus baru pada pasien nomor 89, 90, dan 91. Pasien nomor 89 berinisial NW, perempuan 44 tahun asal Demangan, Taman, kontak erat dengan nomor 61. Hasil swab test-nya terkonfirmasi positif Covid-19 kategori asimtomatik karena tidak ada keluhan maupun gejala. ‘’Saat ini isolasi mandiri,’’ ujarnya.

Pasien nomor 90 berinisial S, laki-laki 55 tahun asal Winongo, Manguharjo, mengeluh tidak enak badan pada pertengahan Agustus. Dari hasil rapid test antibody menunjukkan reaktif. Terkonfirmasi positif setelah menjalani swab test. Hasil tracing-nya memiliki mobilitas tinggi ke luar kota dan berhubungan dengan banyak orang. ‘’Saat ini isolasi di RSUD dr Soedono,’’ lanjut Aflah.

Pasien nomor 91 berinisial RBW, laki-laki 41 tahun asal Ngegong, Manguharjo. Merupakan kontak erat pasien nomor 74. Semula, hasil rapid test antibody nonreaktif. Namun, karena sering pulang ke Kota Madiun dari Sidoarjo, tempat kerjanya, yang bersangkutan berinisiatif swab test mandiri. Hasilnya terkonfirmasi positif. ‘’Saat ini isolasi mandiri di rumah karena tanpa gejala dan keluhan,’’ jelasnya.

Total kasus konfirmasi mencapai 91 orang. Sebanyak 66 pasien sembuh, 15 pasien dirawat di rumah sakit, dan 7 isolasi mandiri. Pasien meninggal 3 orang. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close