features

Banyak Warga Isoman, Uthe Tergugah Salurkan Bantuan Paket Makanan

Banyaknya warga yang menjalani isoman mengundang empati Nyanyu Verawaty. Perempuan itu berinisiatif membantu mereka dengan mengirimkan makanan. Aksi kemanusiaannya itu pun menginspirasi banyak orang untuk ikut terlibat di dalamnya.

NUR WACHID, Kota Madiun, Jawa Pos Radar Madiun

SEBELUM pukul 11.00, kotak-kotak makanan itu harus sudah beres dan tiba di rumah warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman) saat jam makan siang. Karena itu, ketika jarum jam baru menunjukkan pukul 08.00, Nyanyu Verawaty sudah sibuk di rumahnya Jalan Taman Asri, Kelurahan Banjarejo, Taman.

Tangannya tampak cekatan memainkan peranti dapur. Meracik bumbu, mengolah, hingga menata di kotak makan ditangani dengan sabar dan telaten. ‘’Sudah sepekan masak besar seperti ini,’’ kata Uthe, sapaan akrab Nyanyu Verawaty.

Tidak sembarang memasak. Menu yang hendak diolah harus memiliki kandungan gizi. Karena itu, Uthe rajin konsultasi ke ahli gizi. Tidak perlu jauh-jauh, dia cukup bertanya ke ibu mertuanya, drg Seniwati, mantan kepala dinas kesehatan di era Wali Kota Kokok Raya.

Ya, sejak 10 Juli lalu Uthe menyalurkan bantuan makanan untuk warga yang tengah menjalani isoman. Notaris yang juga memiliki usaha kuliner itu berprinsip warga yang isoman harus di rumah saja. ‘’Biarlah kebutuhan makannya dibantu warga lain yang sehat. Mereka perlu istirahat dan diberi semangat,’’ kata Uthe.

Di hari pertama, Uthe menyiapkan 50 kotak nasi untuk warga isoman. Sasarannya diperoleh dari informasi rekan kerja melalui status WhatsApp. Dia juga menyebarkan informasi seputar bantuan makanan itu melalui media sosial (medsos).

Warga yang membutuhkan hanya mengirimkan hasil swab test, alamat lengkap, serta jumlah paket menu yang dibutuhan. Sedangkan urusan mengantar, Uthe menggandeng dua tetangganya yang saat ini tidak bekerja lantaran dirumahkan. Dibantu tiga kurir ojek online (ojol).

Sebelum beroperasi, para kurir itu dibekali tata cara pengantaran. Prinsipnya, kontak langsung atau tatap muka dihindari. Karena itu, nasi digantung di pintu atau pagar. Jika tidak memungkinkan bisa dititipkan ke tetangga. ‘’Sebagian didrop ke tempat Pak RT untuk selanjutnya dibagi ke warganya yang isoman,’’ jelasnya.

Di hari kedua Uthe mendapat permintaan dari 170 warga isoman. Lokasinya tersebar di 50 titik. Lantaran semakin banyak pesanan, dia menambah jumlah kurir ojol menjadi 15 orang dan dua orang lagi tetangganya.

Pejuang kurir itu wajib menjalankan protokol kesehatan (prokes). Mulai mengenakan masker dobel, membawa hand sanitizer, hingga membersihkan diri setelah menjalankan tugasnya. ‘’Sebelum berangkat kami petakan titik wilayah sasaran, kemudian nego harga dengan ojol karena jumlahnya banyak,’’ tuturnya.

Energi kebaikan yang disebarkan Uthe belakangan menular ke orang-orang sekelilingnya. Mereka ikut andil dalam misi kemanusiaan itu. Baik membantu tenaga, bahan makanan, maupun uang untuk belanja bahan makanan. Tidak terkecuali anggota Banser Kecamatan Taman. Mereka ambil peran meng-handle pengantaran makanan ke rumah warga isoman.

Sabtu lalu (17/7) Uthe menyalurkan 830 kotak makanan bagi warga isoman. ‘’Ketika ada yang sembuh mereka ngabari sudah selesai isoman. Ada juga yang sudah bisa masak sendiri sehingga minta bantuannya disalurkan ke warga lain yang lebih membutuhkan,’’ ucapnya. * (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button