Madiun

Banyak Warga Isoman, Butuh Oksigen Tabung

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Oksigen tabung portabel berukuran satu meter kubik menghilang di pasaran. Ani, warga Kota Madiun, kecewa berat setelah mendatangi salah satu toko alat kesehatan (alkes) di Jalan Bali. Lantaran tabung yang dicari tak kunjung didapatkan. Dua hari sudah perempuan ini keluar-masuk apotek mencarinya.

Bahkan, dia telah berkeliling ke seluruh penjuru kota. Namun, harus pulang dengan tangan kosong. Padahal kerabatnya yang tengah menjalani isolasi di Wisma Haji Kota Madiun sangat membutuhkan alat bantu pernapasan itu. ‘’Saya sudah ke Samator, katanya juga habis,’’ katanya, Rabu (14/7).

Keresahan Ani dirasakan pula sejumlah pedagang yang tidak tega membuat konsumen balik kucing. Salah satunya toko alkes Sakti Medika di Jalan Bali. Pengelola toko, Muhammad Azis, menyebut bahwa kelangkaan pasokan itu terjadi dua pekan terakhir. Penyebabnya, permintaan cukup tinggi sejak kasus Covid-19 melonjak. ‘’Saat ini kosong, tidak ada barang. Distributor juga kosong,’’ ungkap Azis.

Azis terakhir menjual tabung berukuran satu meter kubik lengkap dengan isi dan regulator Rp 1,1 juta. Saat ini melonjak lebih dari dua kali lipat. Informasi dari distributor mencapai Rp 2,5 juta. ‘’Kami antre juga, malah nggak ada barang. Sekarang itu fenomenanya masyarakat butuh untuk isoman (isolasi mandiri) di rumah,’’ lanjutnya.

Bahkan, dalam dua tiga hari ke belakang list nama di catatannya terbukukan hingga 20 orang per hari. Mereka inden oksigen tabung portabel. Kendati demikian, pihaknya tidak bisa menjanjikan lantaran langka. ‘’Kasihan, mereka (konsumen, Red) butuh oksigen. Tapi bagaimana lagi, barang tidak ada,’’ ujarnya.

Pola pinjam pakai tabung oksigen tidak sedikit dijalankan keluarga yang terkonfirmasi Covid-19. Mereka yang saat ini butuh alat bantu pernapasan harus mencari pinjaman ke penyintas Covid-19. Meminjam tabung untuk diisi oksigen di agen-agen isi ulang. Dampaknya, permintaan refill pun melonjak tajam.

Di sisi lain, warga Kota Madiun yang isoman lumayan tinggi. Laporan Diskominfo Kota Madiun, sedikitnya 520 orang tengah isoman. Berkali lipat jumlahnya dari kasus konfirmasi yang menjalani perawatan, yakni 160 orang. Sementara penambahan kasus baru 82 orang, sembuh 30 orang. Jumlah tracing mendeteksi kontak erat 98 orang. (kid/c1/sat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button