Madiun

Banyak Titik Aman Pasca Pemasangan Pita Kejut

MADIUN – PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) telah menyebar-ratakan peranti keamanan di jalan bebas hambatan sepanjang 49,5 kilometer tersebut. Menyikapi belum terpetakannya blackspot sejak diresmikan Presiden RI Joko Widodo akhir Maret tahun lalu. Sehingga tidak semua ruas Tol Ngawi–Kertosono rawan kecelakaan.

Direktur Utama PT JNK Iwan Moedyarno menegaskan, belum ada penentuan titik blackspot bukan berarti seluruh jalur rawan kecelakaan. Ada banyak titik yang safety karena telah dilengkapi rumble stripe. Keberadaan pita kejut bertujuan menjaga kesadaran pengemudi dari rasa kantuk. Peranti itu dipasang pada ruas jalan yang lurus dan halus. Karakteristik tersebut membuat pengemudi bisa dengan mudah terlena. ‘’Ada penurunan laka lantas sejak dipasang rumble stripe,’’ klaimnya Kamis (30/5).

PT JNK menambah 20 unit rumble stripe mulai kilometer (Km) 585 hingga 670. Masing-masing 10 unit pada jalur A dan B. Interval pemasangannya berjarak 10 kilometer. Khusus mendekati rest area, jarak pita kejut terdiri lima lapis per stripe itu diperpendek menjadi 1,5 kilometer. Selain membuat guncangan pada kendaraan, PT JNK juga mengantisipasi lewat pemasangan lampu flip-flop. Peranti berwarna kuning kerlap-kerlip itu ditempatkan pada 15 titik jalur menikung. ‘’Mengingatkan pengemudi untuk mengurangi kecepatannya,’’ ujarnya.

Iwan menjelaskan, upaya melingkari ruas blackspot belum dilakukan karena periode berfungsinya tol belum mencukupi. Perlu data statistik yang lengkap untuk menganalisis dan mengevaluasi lokasi rawan. Hasil analisis dan evaluasi (anev) sementara menunjukkan bahwa belum ada kecocokan pada ruas-ruas yang sempat menonjol terjadi insiden. Itu ketika membandingkan titik kejadian selama sembilan bulan di tahun lalu dengan empat bulan tahun ini. ‘’Kami tidak ingin membuat kesan di ruas tertentu itu rawan sebelum ada data pembanding lengkap,’’ tuturnya.

General Manager Operasi dan Maintenance PT JNK Charles Lendra menambahkan, kelak anev yang dilakukan lembaganya bakal lebih komplet. Sebab akan memetakan pasca tersambungnya dengan Tol Pandaan-Malang. Selama ini sekitar 60 persen yang melintasi tol Ngawi-Kertosono menggunakan rute terusan Surabaya. Artinya, mereka tidak masuk ke dalam tol via jalur arteri sepanjang Surabaya hingga Ngawi. ‘’Kami lihat nanti sejauh mana pengaruh tol Pandaan-Malang,’’ katanya. (cor/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button