Madiun

Banyak Pembeli, Harga Naik Dua Kali

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pandemi Covid-19 membawa keberkahan sendiri bagi para penjual bunga di Pasar Kembang. Banyaknya waktu di rumah membuat masyarakat pilih mengisinya dengan memelihara berbagai jenis bunga. ‘’Pendapatan kotor naik 25 persen. Semula Rp 500 ribu sekarang Rp 850 ribu sehari,’’ kata Yudiarto, pedagang di Pasar Kembang Madiun, Selasa (15/9).

Tingginya animo pembeli tak hanya di Pasar Kembang. Yudiarto menyebut tren ini terjadi merata di seluruh daerah. Hal itu membuat pedagang kesulitan mendapatkan stok dari petani. ‘’Mencari bunga sekarang cukup sulit. Pusatnya di Malang sudah habis diborong pedagang besar,’’ tuturnya.

Aglaonema dan calathea kembali populer. Banyak pembeli yang memburunya untuk mempercantik ruangan. Apa boleh buat, kelangkaan stok membuat pedagang tak selalu bisa melayani permintaan pembeli. ‘’Stok langka, harganya naik dua kali lipat. Pembeli banyak yang kaget, tapi mau bagaimana lagi,’’ kata Marimun, pedagang lain.

Kendati penjualan bunga meningkat pesat, proyek pembuatan taman berhenti total. Baik untuk pesanan hiasan rumah maupun dekorasi pernikahan. Sebelum pandemi, jasa pembuatan itu tak kurang dari 10 pesanan sebulan. ‘’Sekarang sepi,’’ keluhnya.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kembang Eko Widyo Utomo menyebut pembeli paling banyak saat akhir pekan. Selain kelangkaan stok bunga, pengiriman pot dan bahan tanam lainnya juga terhambat selama pandemi. (mg3/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close