Madiun

Banyak Pelanggaran, Lajur Sepeda Seolah Tak Berguna

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ruas lajur sepeda seolah tak berguna. Pantauan di lapangan kemarin, masih banyak pengendara motor yang memarkir kendaraan di ruas yang seharusnya dikhususkan bagi pesepeda tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun Ansar Rasidi menanggapi serius temuan itu. Pihaknya bakal mengintensifkan razia pekan ini. Seluruh ruas dengan lajur sepeda bakal disisir. Mulai Jalan Jawa, Pahlawan, H.O.S. Cokroaminoto, Musi, H Agus Salim, Panglima Sudirman, dr Sutomo, Mastrip, hingga Diponegoro. ‘’Minggu ini kami intensifkan razia,’’ kata Ansar.

Dia pun menjanjikan razia tak dihentikan sepekan ke depan. Sampai penindakan itu benar-benar memberikan efek jera. Sekaligus meningkatkan kesadaran bagi pengguna jalan. ‘’Terus kami jadwalkan,’’ ujarnya.

Ada dua kriteria pelanggaran, yakni kendaraan bermotor yang menggunakan lajur sepeda dan kendaraan bermotor yang parkir di lajur tersebut. Pengguna jalan yang melanggar bakal disanksi. Sebagaimana mandat dalam Perda Nomor 37/2018 tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. ‘’Sudah cukup peringatannya,’’ tutur Ansar.

Merujuk regulasi itu, Ansar membeberkan ada tiga penindakan dan sanksi berupa denda. Mulai penggembosan sebagai peringatan, penggembokan dengan denda Rp 100 ribu, dan derek dengan sanksi Rp 250 ribu. Diperkirakan pelanggar yang terjaring razia minggu ini bakal dikenai denda. ‘’Sulit diperingatkan dengan lisan (sosialisasi, Red), harus dilakukan tindakan agar jera,’’ tegasnya.

Setiap pelanggar tidak dapat mengambil kendaraan yang ditahan sebelum menyelesaikan pembayaran denda. Sistem pembayaran dapat ditempuh melalui online. ‘’Semoga masyarakat segera sadar dan paham, ketika tidak mengindahkan berarti mereka lalai,’’ ujarnya.

Seperti diketahui, lajur sepeda dengan lebar 2,5 meter itu membentang sepanjang 2,8 kilometer di seluruh jalan protokol kota setempat. Terutama jalan yang melewati sekolah. Pihaknya berharap keberadaan lajur sepeda difungsikan sebagaimana mestinya. ‘’Melindungi dan memberikan ruang bagi pengguna kendaraan pada tataran terkecil yaitu roda dua non bermotor,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close