Ngawi

Banyak Pasien Isoman Tolak Pindah ke Tempat Isolasi Terpadu

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Pemindahan ratusan pasien Covid-19 dari rumah ke puskesmas berkejaran waktu. Setelah Dandim 0805 Letkol Inf Totok Prio Kismanto memasang target 220 warga yang isolasi mandiri (isoman) harus dirawat di fasilitas isolasi terpadu (isoter) paling lambat Kamis nanti (26/8).

Jumlah ratusan itu hasil pendataan dinas kesehatan (dinkes) per Kamis lalu (19/8). Pada hari yang sama, tujuh pasien isoman telah dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) khusus. ‘’Target ini dari Kodam V/Brawijaya yang dipertegas instruksi Presiden Joko Widodo,’’ kata Totok, Sabtu (21/8).

Menurut Totok, tiada kriteria khusus bagi pasien isoman yang dirujuk ke isoter. Pihaknya mengedepankan 174 ranjang perawatan di 10 puskesmas yang ditunjuk terisi. Seleksi bakal dilakukan tatkala jumlah penderitanya membeludak. ‘’Nantinya pasien rentan, komorbid, dan lingkungan isoman tidak mendukung, menjadi prioritas,’’ ujarnya.

Dia menyatakan, proses pemindahan pasien isoman ke fasilitas isoter tidak mudah. Tidak sedikit warga yang menolak. Mereka menilai pasien meninggal karena dirawat di fasyankes. Pandangan itu tentu tidak benar. Sebab, wafatnya pasien lantaran kondisi kesehatan telah memburuk. Apalagi tidak segera mendapat perawatan medis. ‘’Ada juga yang menolak dengan alasan segera sembuh,’’ ungkapnya. (odi/c1/cor/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button