Magetan

Banyak Cagar Budaya Magetan Kurang Terawat

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Sebanyak 168 cagar budaya tersebar di penjuru Magetan. Tapi, tak semua benda peninggalan sejarah itu terawat dengan baik. Padahal, potensi mendatangkan wisatawan terbuka lebar apabila cagar budaya tersebut dirawat. ‘’Khususnya wisata sejarah dan bisa masuk juga pada wisata edukasi,’’ kata Kasi Pelestarian Cagar Budaya Disbudpar Jatim Dwi Supranto.

Dia mencontohkan Candi Sadon. Candi yang sudah terdaftar sebagai salah satu cagar budaya tersebut memang cukup terawat. Sayangnya belum bisa dikembangkan ke arah pariwisata karena tanahnya sempit. Serta di sekitar bangunan candi  itu lahannya masih milik perorangan. ‘’Tapi kan tetap bisa dikembangkan ke arah sana juga dan di dekat Candi Sadon ada situs-situs lain,’’ ujarnya.

Selain itu, ada bangunan-bangunan yang termasuk dalam sejarah kolonial. Dwi sempat menyebut bahwa beberapa bangunan di wilayah Magetan Kota sebenarnya layak dijadikan cagar budaya. Seperti halnya bangunan Omah Pendem di Plaosan. ‘’Tapi, teman-teman dari komunitas masih banyak terfokus ke cagar budaya yang khusus zaman sejarah kuno dan purbakala,’’ ungkapnya.

Petirtaan Simbatan Wetan dan Candi Sadon saat ini banyak dikunjungi oleh wisatawan. Tapi, keberadaan pelancong yang ada sekarang masih kalah dari daerah lain. Meski demikian, Dwi menganggap kondisi itu wajar. Karena memang minim promosi. ‘’Perlu peran dari masyarakat sekitar juga, karena mereka yang dekat dengan cagar budaya tersebut,’’ imbuh Dwi.

Menurutnya, ada senyak 173 potensi cagar budaya di Magetan yang bisa dijadikan satu paket wisata minat khusus. Bahkan, Dwi mendorong masing-masing desa membesarkan nama cagar budaya di tempat mereka. ‘’Yang lain juga harus dikenalkan, untungnya kan juga buat kita,’’ ucapnya. (fat/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button