Mejayan

Bantuan Sumur Sibel Dipangkas

Upaya Pemkab Menjaga Cadangan Air Bawah Tanah

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Cadangan air bawah tanah di wilayah Kabupaten Madiun disebut mulai menipis. Pun, pemkab setempat merasa perlu melakukan pembatasan bantuan pembuatan sumur sibel. ‘’Jika sebelumnya setahun ada 20 titik, tahun ini hanya enam,’’ kata Kabid Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Maskur Yatim kemarin (8/9).

Maskur menyebutkan, enam titik sumur sibel yang bakal dibangun pemkab tahun ini tersebar di lima kecamatan. Yakni, Pilangkenceng, Mejayan, Kebonsari, dan Dolopo masing-masing satu serta Dagangan di dua titik. ‘’Biaya pembuatannya kurang lebih biaya Rp 200 juta per sumur,’’ ujarnya.

Pihaknya juga meminta para petani yang selama ini mengandalkan irigasi dari waduk lebih selektif dalam melakukan penanaman padi. ‘’Masa tanam ketiga sebaiknya menanam jenis lain karena padi membutuhkan banyak air,’’ ujarnya.

Menurut dia, tinggi permukaan air waduk harus tetap terjaga sesuai aturan yang sudah ditentukan. Itu dilakukan untuk menjaga konstruksi bendungan. ‘’Tapi, selama ini sebagian petani ngeyel minta sawahnya terus dialiri, dengan alasan air waduk masih ada. Padahal, kalau konstruksinya rusak dampaknya bisa parah dan butuh biaya besar untuk perbaikan,’’ bebernya. (mg4/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close