Ngawi

Bantuan RTLH Sekarputih Dikeluhkan KPM

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Program bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) dari Disperkim Ngawi dikeluhkan kelompok penerima manfaat (KPM). Mereka menilai kualitas bahan material yang diberikan buruk. Sehingga, sebagian KPM enggan memanfaatkan bantuan tersebut. ‘’Kalau dipaksakan (dipasang) nanti tidak bisa awet untuk rumah,’’ kata Wagimin, salah seorang KPM bantuan RTLH Selasa (5/11).

Warga Dusun/Desa Sekarputih, Kecamatan Widodaren itu mengaku saat ini sudah menerima sejumlah bahan bangunan untuk memperbaiki tempat tinggalnya. Hanya, dia sengaja tidak memasang bantuan kusen pintu dan jendela yang diberikan oleh disperkim. Sebab, kualitas kayunya jelek, sudah pecah dan bengkok. ‘’Nyari lagi bahan yang lebih baik kualitasnya,’’ ujarnya.

Dia sempat menunjukkan bantuan itu kepada Jawa Pos Radar Ngawi. Terdapat retakan pada ujung atas kusen pintu. Selain itu, juga kusennya sedikit bengkok. Wagimin menduga bahan yang dipakai membuat kusen pintu dan jendela itu dari kayu muda dan tidak keras. ‘’Kalau lainnya tidak masalah,’’ ungkapnya.

Wagimin mengaku keluhan tersebut pernah disampaikannya ke Kades Sekarputih, Sukiman. Namun, yang bersangkutan kebingungan menanggapi keluhan warganya tersebut.

Terpisah, Kepala Disperkim Ngawi Purwono Broto Saswito mengapresiasi peran warga yang melaporkan soal spesifikasi bantuan RTLH. ‘’Iya, nanti kalau jelek atau tidak sesuai spesifikasi akan diganti. Bahkan, bila perlu kalau kurang ditambah,’’ katanya.

Kendati demikian, pihaknya akan melakukan pemeriksaan ke lapangan terkait laporan dari warga Desa Sekarputih tersebut. Sebelum kemudian ditindaklanjuti dengan penggantian bantuan. ‘’Ini kan baru mulai droping barang, mesti ada yang seperti itu. Tapi, tadi sudah saya sampaikan ke pendampingnya,’’ ujar Purwono.

Berdasarkan data disperkim, total ada 372 unit RTLH yang mendapat bantuan pada tahun ini. Setiap satu rumah mendapat bantuan Rp 15 juta. Sedangkan, anggaran total keseluruhan yang dialokasikan untuk bantuan RTLH sebesar Rp 5,5 miliar. (tif/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button