Madiun

Bank Sampah Induk Dibiarkan Mangkrak

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Bank Sampah Induk Kota Madiun mangkrak. Bank sampah di Jalan Candisewu itu sudah lama tak beroperasi. ‘’Secepatnya kami akan surati pengurusnya,’’ kata Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun Aang Mahendra Budiono Rabu (26/2).

Sebelumnya, pihaknya telah mengingatkan secara lisan kepala kelurahan setempat. Namun, tak ada tindak lanjut untuk kembali mengoperasikan bank sampah tersebut. ‘’Sekalian nanti kami adakan pembinaan,’’ ujarnya.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan DLH Kota Madiun Feti Indriani juga menyayangkan kondisi tersebut. Menurut dia, bank sampah induk punya peran penting. Apalagi ada sekitar 50 bank sampah yang tersebar di Kota Madiun. ‘’Kalau ada wadah di pusat dan dibuatkan asosiasinya akan memudahkan pengelolaan sampah,’’ jelasnya.

Keberadaan induk dan asosiasi bank sampah, lanjut dia, juga dapat mengatur harga tukar sampah. Dia mencontohkan harga tukar sampah plastik di Kota Madiun yang hanya Rp 3.000 per kilogram. Sedangkan di Sidoarjo yang punya asosiasi dan bank sampah induk dapat mengontrol harga sampah plastik Rp 7.000 per kilogram. ‘’Seharusnya bank sampah induk dihidupkan kembali. Selain menguntungkan warga, pembinaan dan pelatihan akan semakin mudah dilakukan,’’ terangnya.

Kondisi bank sampah induk saat ini cukup memprihatinkan. Bangunannya kotor dan tak terawat. Langit-langitnya banyak yang rusak. Pos di sampingnya hanya berfungsi sebagai gudang kursi. Tak ada aktivitas baik di dalam maupun di luar. Pun tak ada seorang pun yang menjaga. (mg3/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close